Medan – Guyuran hujan deras yang melanda Medan Utara pada Jumat malam (3/10/2025) membuat sejumlah titik kembali terendam banjir. Kawasan Industri Medan (KIM) di Kecamatan Medan Deli menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah.
Sabtu pagi (4/10/2025), genangan air di KIM II, tepatnya di Jalan Pulau Karimun I, terlihat hampir setinggi lutut orang dewasa. Beberapa ruas lain seperti Jalan Pulau Buton, Pulau Nias, hingga Pulau Bawean juga tidak luput dari genangan. Namun, Jalan Pulau Karimun menjadi titik paling parah dengan kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan.
Aktivitas Industri Terganggu
Banjir ini langsung menghambat aktivitas industri. Proses bongkar muat di area pabrik terhenti, sementara truk-truk besar terjebak di jalan yang tergenang. Para pengemudi dan pekerja mengaku kewalahan menghadapi kondisi tersebut.
Sihombing (47), sopir truk trailer, mengatakan banjir kali ini semakin menyulitkan karena air juga masuk ke dalam pabrik.
“Jalan susah dilalui, barang-barang jadi basah, pekerjaan pun terganggu. Setiap kali hujan lebat, masalahnya selalu sama,” ungkapnya.
Menurut Sihombing, akar persoalan terletak pada buruknya sistem drainase. Ia menilai tidak ada upaya serius dari pihak pengelola kawasan untuk memperbaiki masalah yang sudah berulang setiap tahun. “Ini kawasan industri besar milik BUMN, tapi penanganan banjir seolah diabaikan,” keluhnya.
Baca Juga : Banjir di Medan Timur, Anggota DPRD Medan Kecam Proyek Pembetonan Tanpa Drainase
Warga dan pekerja berharap PT Kawasan Industri Medan segera melakukan langkah nyata, setidaknya memperbaiki saluran pembuangan agar genangan cepat surut. Harapannya, aktivitas logistik tidak terus terganggu setiap kali hujan deras melanda.
Sementara itu, pihak Humas PT KIM, Niko, ketika dikonfirmasi soal banjir yang terus berulang di kawasan tersebut, belum memberikan penjelasan resmi.

















