Kebakaran Hutan Pinus Tele Samosir, Puluhan Hektare Lahan Terbakar Sejak Dini Hari
Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Sumatera Utara. Kali ini, api melahap Hutan Pinus Tele yang terletak di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kebakaran diketahui terjadi pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, dan hingga sore hari api masih belum berhasil dipadamkan.
Informasi awal menyebutkan bahwa titik api pertama kali muncul di kawasan atas Menara Pandang Tele, sebuah lokasi wisata populer yang menyuguhkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian. Angin kencang yang bertiup sejak malam membuat kobaran api dengan cepat menyebar ke area hutan dan lahan di sekitarnya.
Menurut Heritua Siregar, staf dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 13 Dolok Sanggul, tim pemadam gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, serta warga setempat terus melakukan upaya pemadaman hingga berita ini diturunkan.
“Api pertama kali terlihat dari atas Menara Pandang Tele, lalu menyebar ke arah bawah karena angin sangat kencang. Hingga kini, tim masih berupaya memadamkan kobaran api dengan bantuan air dan alat pemadam manual,” ungkap Heritua.
Ia juga menambahkan bahwa situasi di lapangan cukup sulit dikendalikan karena arah angin terus berubah-ubah, yang membuat api menyebar dengan cepat dan tidak beraturan. Sejumlah titik api bahkan sudah mendekati tepi jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
Belum Diketahui Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Tim gabungan belum menemukan petunjuk kuat terkait asal mula api maupun dugaan pelaku pembakaran, jika ada unsur kesengajaan.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum ada dugaan pasti apakah karena faktor alam atau ulah manusia. Kami masih fokus melakukan pemadaman dan pemantauan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Luas Lahan yang Terbakar Diperkirakan Mencapai 50 Hektare
Berdasarkan estimasi sementara, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 40 hingga 50 hektare. Namun, angka ini masih dapat berubah karena proses pemadaman belum selesai dan pendataan masih berlangsung.
“Kami akan melakukan penghitungan ulang setelah seluruh api benar-benar padam. Perkiraan saat ini sekitar 40 sampai 50 hektare hutan pinus yang terdampak,” tutup Heritua.
Dampak Terhadap Lingkungan dan Wisata
Kebakaran Hutan Pinus Tele tidak hanya mengancam ekosistem hutan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi sektor pariwisata. Kawasan Tele dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Samosir, dengan keindahan panorama Danau Toba yang bisa dinikmati dari ketinggian.
Jika kebakaran tidak segera ditangani, kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap kunjungan wisata bisa semakin meluas. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan bergerak cepat untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran susulan.
















