Kemenpora Buka Beasiswa Riset untuk Mahasiswa S1–S3, Dapat Bantuan Rp10 Juta!
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka program beasiswa riset bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.
Program ini menyasar mereka yang sedang menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi, tesis, atau disertasi.
Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana hingga Rp 10 juta untuk mendukung proses penelitian ilmiah.
Apa Itu Beasiswa Riset Kemenpora?
Beasiswa ini bernama Bantuan Karya Ilmiah Kepemudaan, dikelola oleh Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda di Kemenpora.
Tujuan utamanya adalah membantu mahasiswa aktif agar bisa menyelesaikan karya ilmiah tingkat akhir tanpa terbebani biaya tinggi.
Dana dari beasiswa ini bisa dipakai untuk biaya habis pakai (seperti ATK, tinta printer), transportasi, seminar, hingga publikasi di jurnal ilmiah.
Selain itu, calon penerima wajib mendapatkan rekomendasi dari dosen pembimbing dan ketua program studi.
Tema karya ilmiah diutamakan yang berkaitan dengan kepemudaan dan isu strategis nasional seperti investasi, digitalisasi, atau penggunaan produk lokal.
Manfaat Beasiswa untuk Mahasiswa
Program beasiswa ini memberi manfaat nyata bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan penelitian akhir.
Pertama, dana Rp 10 juta bisa meringankan beban biaya operasional riset, mulai dari ATK, referensi, hingga publikasi.
Kedua, beasiswa ini mendorong kreativitas dan kontribusi pemuda dalam penelitian yang relevan secara sosial dan kebijakan, karena Kemenpora menyasar karya ilmiah yang menyentuh isu-isu kepemudaan tematik.
Ketiga, dukungan tersebut bisa menjadi dorongan moral agar mahasiswa segera menyelesaikan studinya dan lulus tepat waktu.
Seperti yang dinyatakan oleh Kemenpora, tujuan program ini adalah mempercepat penyelesaian studi mahasiswa aktif yang sering terhambat karena biaya riset.
Bagaimana Cara Mendaftar?
Mahasiswa yang berminat mendaftar harus mengirimkan surat permohonan elektronik lengkap dengan dokumen pendukung dalam satu file PDF ke alamat email resmi yang ditentukan Kemenpora.
Seleksi akan melalui beberapa tahapan, seperti verifikasi administrasi, penilaian substansi proposal, dan seleksi faktual.
Jika lolos, penerima beasiswa akan menandatangani perjanjian kerja sama dan kemudian dana beasiswa akan dicairkan.
Untuk mencairkan dana, mahasiswa perlu menyusun laporan pertanggungjawaban setelah riset selesai, memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai rencana riset.
Mengapa Program Ini Penting?
Beasiswa riset Kemenpora memiliki peran strategis. Pertama, ia membuka akses bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam penelitian ilmiah tanpa harus khawatir soal biaya.
Kedua, dukungan ini memperkuat kultur penelitian di kalangan pemuda. Dengan tema penelitian yang diarahkan ke isu-isu nasional dan pemuda, Kemenpora mendorong agar generasi muda tidak hanya jadi penerima manfaat.
Ketiga, beasiswa ini membekali mahasiswa menjadi peneliti muda yang kompeten. Selain membantu penyelesaian tugas akhir, dana riset juga melatih kemampuan publikasi, dan kolaborasi riset.
Kesimpulan
Kemenpora membuka beasiswa riset senilai hingga Rp 10 juta bagi mahasiswa S1–S3 yang tengah menyusun skripsi, tesis, atau disertasi.
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan peneliti muda yang aktif dan berdaya saing.
Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dan punya semangat riset, ini adalah peluang emas untuk menyelesaikan karya ilmiah dengan dukungan penuh dari pemerintah.
















