Kemensos Perkuat Basis Data DTSEN untuk Hindari Salah Sasaran Bansos
Kemensos Perkuat Basis Data DTSEN untuk Hindari Salah Sasaran Bansos. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (mensos Gus Ipul) menegaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sangat vital sebagai landasan bagi pelaksanaan beragam program nasional, seperti bantuan sosial (bansos) dan Sekolah Rakyat.
Pernyataan itu diungkapkan Gus Ipul dalam acara dialog mengenai Kesejahteraan Sosial serta Sekolah Rakyat di Gedung Pelayanan Terpadu Kalimantan Barat, Kota Pontianak pada Rabu (22/10). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamton, serta para pendamping PKH, guru-guru dan tenaga pendidik, serta orang tua dari siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak.
“Kita sangat bergantung pada data, Sekolah Rakyat, bansos, dan program lainnya. Semua itu sesungguhnya sangat tergantung pada keakuratan data. Jika datanya baik, maka program kita akan berjalan dengan baik. Dengan data yang tepat, intervensi dari program-program kita pun akan lebih akurat,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa saat ini, masih ada penyaluran bansos yang tidak tepat mengenai sasaran. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah selanjutnya berupa pembaruan data.
Setelah dikeluarkannya Inpres Nomor 4 Tahun 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemeriksaan langsung atau verifikasi data di lapangan oleh para petugas.
“Kita melakukan uji coba untuk mengetahui apakah data di lapangan memang sesuai atau tidak,” jelas Gus Ipul.
Ia menganggap bahwa pembaruan data ini sangat penting, karena intervensi yang tepat sasaran dapat dicapai melalui data yang akurat. Proses pembaruan data akan dilakukan oleh Kemensos dengan bantuan pendamping di lapangan serta bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BPS setempat.
“Lebih dari 10 juta keluarga penerima bantuan kita datangi, dan 1,9 juta di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Ini berarti bahwa bansos tersebut tidak mengenai sasaran. Ini baru tahap uji coba, dan di lapangan kami temukan bahwa bansos tersebut memang tidak tepat sasaran,” ungkap Gus Ipul.
Dalam pelaksanaannya, DTSEN dikelola oleh BPS, sementara Kemensos dan Pemerintah Daerah (Pemda) bertanggung jawab untuk melakukan pembaruan data yang bersifat dinamis. Pembaruan data ini akan dilakukan melalui dua saluran.
Pertama, saluran formal melalui musyawarah di tingkat desa atau kelurahan, kemudian diteruskan ke Dinas Sosial setempat. Saluran kedua adalah jalur partisipatif masyarakat melalui aplikasi cek bansos.
Untuk mendukung pengelolaan DTSEN, Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini Kemensos dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sedang mengembangkan program digitalisasi untuk bansos, sehingga masyarakat akan lebih mudah dalam mengajukan penerima bansos melalui aplikasi. Pengajuan tersebut nanti akan diseleksi oleh sistem.
Gus Ipul percaya bahwa dengan pembaruan data yang rutin, DTSEN akan mampu berfungsi secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita melakukan pembaruan secara bersama, Dinas Sosial bergerak, BPS bergerak, Kementerian Sosial bergerak, dibantu oleh sumber daya lainnya. Jika kita bergerak secara konsisten, semoga saja data kita akan semakin akurat,” tutup Gus Ipul.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251023093202-25-1287610/mensos-tegaskan-pemutakhiran-data-dtsen-penting-untuk-program-bansos

















