Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mandi Junub dan Cara Menghindarinya
Mandi junub adalah ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam menjaga kesucian seorang muslim. Sayangnya, kesalahan saat mandi junub masih sering dilakukan dan dapat mempengaruhi kesucian tersebut.
Namun, banyak orang belum memahami tata cara mandi junub dengan benar sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Akibatnya, ibadah yang dilakukan setelahnya bisa jadi tidak sah karena masih dalam keadaan hadas besar.
Maka penting bagi setiap muslim untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi saat mandi junub dan cara menghindarinya agar ibadah diterima dengan sempurna.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mandi Junub
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah tidak membaca niat mandi junub di awal. Padahal, niat menjadi syarat sahnya ibadah.
Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang berniat dalam hati untuk mengangkat hadas besar sebelum membasuh tubuhnya.
Tanpa niat, mandi junub hanya menjadi aktivitas biasa, bukan ibadah penyucian diri.
Kesalahan kedua adalah tidak meratakan air ke seluruh tubuh.
Sebagian orang hanya membasuh bagian tertentu tanpa memastikan air mengenai seluruh anggota tubuh, termasuk rambut dan lipatan kulit.
Rasulullah SAW bahkan menyela-nyela rambut agar air benar-benar meresap hingga ke kulit kepala.
Kesalahan ketiga, banyak yang langsung mandi tanpa mencuci tangan dan membersihkan najis terlebih dahulu.
Rasulullah SAW memulai mandi junub dengan mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, kemudian berwudhu seperti sebelum shalat.
Setelah itu baru menyiram kepala dan seluruh tubuh.
Kesalahan lainnya adalah mandi junub terburu-buru tanpa memperhatikan urutan.
Sunnah Rasulullah SAW mencontohkan agar seseorang menyiram kepala tiga kali, kemudian sisi kanan tubuh, dilanjutkan sisi kiri.
Banyak yang melewatkan urutan ini padahal memiliki nilai sunnah dan kesempurnaan ibadah.
Baca Juga: Sederet Bansos yang Cair Serentak Pada Oktober 2025
Cara Menghindari Kesalahan Saat Mandi Junub
Agar mandi junub dilakukan dengan benar, perhatikan tata caranya sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Pertama, bacalah niat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar karena Allah SWT.
Kedua, cuci tangan tiga kali, lalu bersihkan kemaluan dan area yang terkena najis.
Ketiga, berwudhu seperti akan shalat, namun jangan mencuci kaki terlebih dahulu jika dilakukan di tempat yang sama dengan mandi.
Setelah itu, siram kepala tiga kali sambil menyela rambut agar air sampai ke kulit kepala.
Lanjutkan dengan menyiram sisi kanan tubuh lalu sisi kiri secara merata.
Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk sela jari, belakang telinga, dan lipatan kulit.
Terakhir, cuci kaki jika belum dilakukan di awal. Dengan cara ini, tubuh benar-benar bersih dan suci dari hadas besar.
Hikmah Mandi Junub yang Benar
Mandi junub bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menyucikan jiwa dari hadas besar agar siap beribadah.
Dengan mandi junub yang benar, seorang muslim meneladani kebersihan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga menjaga kesucian jasmani dan rohani menjadi bagian dari keimanan yang sempurna.
Kesimpulan
Kesalahan saat mandi junub sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang tata cara yang benar sesuai sunnah.
Dengan memperhatikan niat, memastikan air merata ke seluruh tubuh, dan mengikuti urutan mandi yang dicontohkan Rasulullah SAW, seorang muslim dapat menjaga kesucian diri dengan sempurna.
Mandi junub bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk penghormatan terhadap kebersihan yang diajarkan Islam.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/
















