Ketahui Gejala dan Dampak dari HBsAg
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hati, pemeriksaan HBsAg menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Banyak orang belum memahami apa arti dari hasil tes HBsAg dan bagaimana dampaknya bagi tubuh. Padahal, mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini bisa membantu mencegah penyakit hati yang lebih serius.
Yuk, kita simak selengkapnya agar kamu lebih memahami apa itu HBsAg, gejalanya, hingga dampaknya bagi kesehatan.
Apa Itu HBsAg?
HBsAg atau Hepatitis B Surface Antigen merupakan protein yang muncul di permukaan virus hepatitis B. Ketika seseorang terinfeksi virus ini, tubuh akan menghasilkan HBsAg yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan darah. Tes HBsAg biasanya dilakukan saat pemeriksaan kesehatan rutin, skrining donor darah, atau ketika dokter mencurigai adanya infeksi hepatitis B.
Jika hasil tes menunjukkan HBsAg positif, artinya virus hepatitis B sedang aktif di dalam tubuh. Sebaliknya, hasil HBsAg negatif berarti virus tidak ditemukan dalam darah. Meski begitu, hasil positif tidak selalu menandakan penyakit kronis. Banyak orang berhasil pulih sepenuhnya dalam waktu beberapa bulan dengan penanganan yang tepat.
Setelah dinyatakan positif HBsAg, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah infeksi tersebut bersifat akut atau kronis, serta sejauh mana fungsi hati terganggu. Hasil pemeriksaan inilah yang menjadi dasar penentuan langkah pengobatan selanjutnya.
Gejala HBsAg yang Perlu Diperhatikan
Banyak penderita hepatitis B tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi karena gejalanya bisa muncul secara perlahan. Berikut ini beberapa tanda yang patut diwaspadai:
- Mudah lelah dan merasa lemah meski tidak melakukan aktivitas berat.
- Nafsu makan menurun, membuat berat badan bisa turun drastis.
- Sering mual dan muntah
- Perut terasa nyeri. Terutama di bagian kanan atas, dekat area hati.
- Urin berwarna gelap, biasanya berwarna seperti teh pekat.
- Kulit dan mata menguning (jaundice). Hal ini terjadi karena penumpukan bilirubin dalam darah.
- Gatal di seluruh tubuh. Muncul karena gangguan fungsi hati.
- Demam. Beberapa penderita mengalami demam ringan hingga tinggi.
Jika seseorang mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang cepat.
Dampak HBsAg terhadap Kesehatan
Infeksi HBsAg dapat memunculkan dua kondisi utama, yaitu hepatitis B akut dan kronis.
Hepatitis B akut biasanya berlangsung dalam jangka pendek. Gejalanya menyerupai flu, seperti demam, mual, dan kelelahan, disertai warna urin gelap dan kulit kuning. Sebagian besar penderita hepatitis B akut dapat sembuh tanpa komplikasi serius.
Hepatitis B kronis terjadi jika virus bertahan lebih dari enam bulan di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan hati jangka panjang seperti sirosis atau bahkan kanker hati.
Selain itu, penderita dengan HBsAg positif juga dapat menularkan virus hepatitis B kepada orang lain melalui darah, cairan tubuh, atau dari ibu ke bayi saat melahirkan. Virus ini juga bisa menular lewat penggunaan jarum suntik bersama atau hubungan seksual tanpa pengaman.
Tidak hanya berdampak fisik, infeksi hepatitis B juga menimbulkan dampak psikologis. Banyak penderita merasa cemas, takut, atau malu karena adanya stigma sosial terhadap penyakit ini. Oleh sebab itu, edukasi dan dukungan mental sangat dibutuhkan bagi pasien HBsAg positif.
Cara Mengatasi dan Mencegah HBsAg
Penanganan hepatitis B bergantung pada tingkat infeksi dan kondisi hati penderita. Beberapa langkah yang biasa dianjurkan dokter antara lain:
- Mengonsumsi obat antivirus, seperti entecavir, lamivudine, atau tenofovir, untuk menekan aktivitas virus.
- Melakukan vaksinasi hepatitis B bagi yang belum pernah terinfeksi agar tubuh memiliki kekebalan.
- Menjalani pemeriksaan rutin, termasuk tes fungsi hati dan kadar virus, untuk memantau perkembangan penyakit.
- Menerapkan gaya hidup sehat, seperti menghindari alkohol, menjaga pola makan bergizi, dan berolahraga teratur.
- Menghindari penularan, misalnya dengan tidak berbagi jarum suntik dan selalu menggunakan alat pelindung saat berisiko kontak dengan darah.
Kesimpulan
Mengetahui hasil HBsAg dan memahami gejalanya sangat penting untuk menjaga kesehatan hati. Infeksi hepatitis B memang bisa berbahaya, tetapi dengan deteksi dini, pengobatan tepat, serta gaya hidup sehat, risiko komplikasi dapat dikendalikan. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan dokter bila muncul gejala yang mencurigakan.
















