Pentingnya Shalat Tahajud
Shalat tahajud adalah salah satu amalan sunah yang memiliki tempat istimewa di hati para hamba Allah yang taat.
Ibadah ini bukan hanya menunjukkan keimanan, tetapi juga bukti kecintaan dan kerinduan seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya melalui shalat tahajud.
Saat kebanyakan orang tertidur pulas, seorang mukmin justru memilih untuk bangkit, berwudhu dengan penuh kesadaran, lalu berdiri menghadap Allah SWT dalam keheningan malam.
Inilah momen yang sangat berharga, karena pada waktu itu doa dan munajat memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa.
Keistimewaan Waktu Sepertiga Malam Terakhir
Tahajud memiliki waktu terbaik, yaitu di sepertiga malam terakhir, saat suasana dunia tenang dan jiwa lebih mudah fokus dengan tahajud.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia dan menyeru,
“Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, siapa yang memohon kepada-Ku, akan Aku beri, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu ini menjadi detik-detik paling mustajab bagi seorang hamba yang ingin curhat kepada Allah.
Saat semua manusia terlelap, justru langit terbuka bagi siapa pun yang ingin berdoa dengan tulus.
Baca Juga: PIP Oktober 2025: Cara Cek NISN Siswa Penerima Bantuan Pendidikan di Medan
Manfaat Spiritual dan Psikologis Shalat Tahajud
Selain menjadi ladang pahala, tahajud membawa ketenangan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Seseorang yang rutin bangun malam untuk shalat akan merasakan kedamaian dan kebersihan hati seiring dengan pelaksanaan shalat tahajud.
Ia lebih mudah bersyukur, lebih sabar menghadapi ujian, dan lebih kuat dalam menjalani kehidupan.
Secara psikologis, tahajud membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres, karena hati yang terhubung dengan Allah akan selalu tenang.
Banyak ulama dan tokoh besar Islam yang menjadikan tahajud sebagai rahasia kekuatan spiritual dan kesuksesan hidup mereka.
Cara Melaksanakan Shalat Tahajud
Shalat tahajud dilakukan setelah tidur malam dan sebelum waktu subuh tiba.
Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat, namun Rasulullah SAW biasa melaksanakannya hingga sebelas atau tiga belas rakaat.
Niatnya sederhana, cukup dengan niat dalam hati untuk melaksanakan shalat tahajud karena Allah SWT.
Setelah itu, disarankan membaca surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas agar shalat terasa lebih ringan namun tetap bermakna.
Setelah selesai, perbanyaklah doa dan dzikir, karena pada waktu itu Allah mendengarkan setiap bisikan hati hamba-Nya dalam shalat tahajud.
Keutamaan Lain dari Shalat Tahajud
Allah SWT memuliakan orang yang bangun malam untuk shalat dengan sebutan hamba pilihan-Nya.
Dalam surah As-Sajdah ayat 16-17, Allah berfirman bahwa mereka yang meninggalkan tempat tidurnya untuk beribadah melalui shalat tahajud akan mendapatkan balasan yang tak ternilai.
Tahajud juga menjadi sebab datangnya rezeki, penghapus dosa, serta tanda keimanan yang mendalam.
Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah meninggalkan tahajud, bahkan di tengah kesibukan dan perjuangan yang berat sekalipun.
Penutup
Bangun di tengah malam memang tidak mudah, tetapi kelezatan spiritual yang didapat dari shalat tahajud tidak tergantikan.
Di saat dunia sunyi, hanya ada kita dan Allah, tanpa gangguan, tanpa hiruk pikuk.
Di situlah keikhlasan diuji dan cinta sejati kepada Allah dibuktikan.
Maka, jangan lewatkan momen sepertiga malam terakhir sebagai waktu terbaik untuk berbicara dengan Sang Pencipta dalam shalat tahajud.
Mulailah dengan dua rakaat, dan rasakan bagaimana hidup menjadi lebih tenang, hati lebih lapang, serta rezeki lebih berkah.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/

















