Khusus bagi KPM Berstatus SI! Hari Ini, Bank Mulai Aktif Proses Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu
Sejak awal Juni hingga hari ini, banyak informasi dan bukti struk pencairan bansos yang beredar di berbagai grup media sosial.
Namun, perlu dipahami bahwa penyaluran bansos ini memang bersifat bertahap.
Prosesnya melibatkan tahapan panjang, mulai dari verifikasi, validasi, hingga proses administrasi SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), sebelum bansos dapat disalurkan ke rekening penerima.
Beberapa bukti pencairan yang tertanggal hari ini, 10 Juni 2025, menunjukkan adanya dana masuk ke rekening KPM BPNT melalui Bank BRI.
Contohnya, mutasi rekening pada pukul 11.00 WIB di ATM BRI SPBU Berbek memperlihatkan adanya transaksi saldo masuk dan penarikan.
Sulit membedakan secara pasti apakah itu murni BPNT atau PKH kategori lansia. Namun, jika melihat periode penyaluran, tahap 1 tahun 2025 disalurkan sekitar awal Maret, sedangkan mulai akhir Mei hingga hari ini di bulan Juni adalah penyaluran untuk triwulan kedua.
Adanya saldo masuk di tanggal 10 Juni dan penarikan di hari yang sama menjadi pertanda baik, mengindikasikan bahwa bantuan PKH dan BPNT terus dicairkan secara bertahap ke seluruh KPM yang tervalidasi.
Terlihat juga struk pencairan dari penerima PKH dan BPNT dengan nominal Rp600.000 (diyakini dari BPNT) dan Rp1,7 juta (dari PKH).
Sebelum Anda terburu-buru mengecek saldo, penting untuk memahami kemungkinan daerah yang sudah cair berdasarkan rekap BNBA PKH yang dirilis dari pusat untuk penyaluran PKH tahap 2 termin 1.
Sebagaimana informasi sebelumnya, daerah yang sudah dalam tahap SP2D dan proses SI untuk PKH tahap 2 termin 1 baru sekitar 60%. Sisanya kemungkinan akan menyusul di termin kedua. Ini menunjukkan bahwa penyaluran belum merata.
Contohnya, di Kota Cirebon, bank penyalur BNI dan BRI masih menunjukkan jumlah KPM yang menerima sangat sedikit.
Begitu pula di Denpasar, hanya 13 KPM yang masuk BNBA pencairan PKH tahap 2 termin 1. Ini memperjelas bahwa penyaluran memang sudah dimulai, tetapi secara bertahap.
Berdasarkan pembaruan SIKS-NG per hari ini (dari grup WA operator SIKS-NG), status penyaluran bervariasi: ada yang sudah SI (standing instruction), ada yang masih proses SPM (Surat Perintah Membayar), ada yang masih cek rekening, ada yang masih pembuatan rekening kolektif, dan bahkan ada yang exclude (tidak layak).
Yang menarik, untuk desa yang sama, pembaruan per KPM bisa saja tidak serentak. Jadi, informasi status SIKS-NG dari satu KPM tidak bisa dijadikan dasar untuk seluruh KPM di desa yang sama.
Media-media yang fokus pada progres penyaluran bansos triwulan kedua menyebutkan lini masa berikut:
1. Status penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2025 telah dimulai secara bertahap sejak 28 Mei 2025 untuk periode April–Juni 2025. Total bantuan BPNT sebesar Rp600.000 (Rp200.000 per bulan) per KPM, sementara PKH bervariasi sesuai kategori penerima.
2. Pembaruan SIKS-NG per 30 Mei 2025 menunjukkan status beberapa KPM telah mencapai tahap SI, menandakan bantuan siap dicairkan ke rekening KKS.
Proses ini berlangsung bertahap, sehingga sebagian KPM di beberapa daerah mulai menerima pencairan pada 10 Juni 2025.
3. SIKS-NG digunakan untuk memantau tahapan penyaluran, mulai dari penentuan KPM, evaluasi komponen, final closing, verifikasi rekening, hingga penerbitan SPM dan SP2D.
Pada Mei 2025, SIKS-NG masih di tahap penentuan KPM di beberapa daerah. Namun, per 30 Mei 2025, beberapa daerah sudah memasuki tahap SI.
Pada 10 Juni 2025, beberapa daerah kemungkinan sudah memasuki tahap pencairan, terutama untuk KPM dengan data rekening yang terverifikasi.
Penyaluran yang belum merata ini merupakan konsekuensi dari penggunaan data DTSEN. Penyaluran tahap kedua menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah dimutakhirkan.
Proses ini menyebabkan penghapusan antara 1,7 hingga 1,9 juta KPM yang dianggap tidak layak (desil 5 ke atas), dan penambahan 1,8 hingga 1,9 juta KPM baru dari desil 1 sampai 2.
Perbedaan waktu validasi data oleh pendamping sosial dan Dinas Sosial daerah juga memengaruhi jadwal pencairan.
Jika Anda belum menerima saldo dan belum bisa memastikan apakah masih mendapatkan bansos di triwulan kedua, Anda bisa mengeceknya melalui dua cara berikut:
•Cek online: Periksa status penerima Anda melalui situs resmi Kementerian Sosial di [https://cekbansos.kemensos.go.id](https://cekbansos.kemensos.go.id) dengan memasukkan NIK KTP Anda.
•Cek rekening KKS: Anda dapat memeriksa saldo di bank mitra (BRI, BNI, Mandiri, BSI) untuk memastikan dana telah masuk. Namun, kami tidak menyarankan Anda untuk bolak-balik ke ATM atau agen bank.
Sebaiknya, tanyakan langsung ke pendamping sosial masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan apakah Anda masih mendapatkan bansos atau tidak.

















