Pemko Medan Mengajukan Santunan Korban Jiwa Banjir ke Kemensos
Santunan bagi korban bencana banjir yang terjadi di kawasan kota Medan menjadi agenda utama pemerintah kota (Pemko Medan). Pemko Medan mengajukan santunan ke Kementerian Sosial RI bagi korban jiwa akibat banjir yang terjadi kemarin.
Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, Rabu (3/11/2025).
“Pemko Medan mengajukan santunan ke Kemensos RI bagi korban jiwa akibat banjir. Setelah diajukan, Kemensos akan memprosesnya,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, seperti dilansir dari jawapos Rabu (3/11/2025).
Menurut Khoiruddin, ada 7 korban yang meninggal dunia akibat peristiwa banjir tersebut. Hal inilah yang akan menjadi dasar Kemensos agar memberikan santuan kepada keluarga korban tersebut.
“Kemensos menunggu data dari daerah. Setelah jumlah korban jiwa dilaporkan, barulah proses santunan dilakukan,” jelasnya.
85 Ribu Warga Terdampak Sudah Terima Bantuan
Selain korban jiwa, banjir juga berdampak pada sekitar 85 ribu warga di sejumlah kecamatan. Dinas Sosial Kota Medan memastikan seluruh warga terdampak telah mendapatkan bantuan darurat.
“Bagi warga terdampak banjir, kami sudah menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus, minyak makan, dan sembako ke seluruh kecamatan,” ujar Khoiruddin.
Pemko Medan menyatakan proses pendataan tetap berjalan untuk memastikan seluruh warga terdampak dan keluarga korban jiwa mendapatkan haknya sesuai ketentuan.
Kemensos akan berikan santunan 15 Juta
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa.Kemensos akan memberikan santunan kematian senilai Rp 15 juta, serta santunan bagi korban luka sebesar Rp 5 juta untuk korban banjir Sumatera.
“Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta. Kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp 5 juta,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (2/12/2025), seperti dilansir dari kompas.
















