Krisis Air Bersih di Medan Utara, Warga Keluhkan Air PDAM Mati Setiap Hari
Krisis Air bersih di wilayah Medan Utara kembali menjadi keluhan utama masyarakat.
Sejumlah warga di kawasan Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan, hingga Belawan mengaku harus berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan air dari PDAM Tirtanadi.
Minimnya distribusi air, bahkan hingga mati total pada siang hingga malam hari, membuat aktivitas warga terganggu.
Seperti yang dirasakan oleh Ikhsan, warga Medan Deli, yang mengaku harus bangun sebelum pukul 6 pagi hanya untuk menampung air.
“Kalau lewat jam enam, airnya kecil atau bahkan mati. Kami biasanya tampung air tengah malam, kadang baru keluar jam 3 subuh, itu pun cuma sebentar. Siangnya kering,” kata Ikhsan, Kamis (14/8/2025). Dikutip dari Tribun Medan.
Warga Terpaksa Beli Air Galon hingga Pakai Drum Seharga Rp 25 Ribu
Kondisi krisis air bersih di Medan Utara semakin parah di musim kemarau.
Warga di kawasan Pasar III Marelan melaporkan air PDAM sering tidak mengalir, bahkan jika mengalir pun kondisinya keruh dan tidak layak digunakan.
Nisa Putri, warga Marelan, mengaku harus membeli air isi ulang atau memanggil penjual air keliling untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Air PDAM tetap bayar, tapi harus beli lagi. Satu drum Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Sekali isi, cuma cukup buat mandi anak-anak. Masak dan cuci piring harus hemat-hemat,” keluhnya.
Aktivitas Usaha Kecil Ikut Terdampak Krisis Air di Medan Marelan
Tak hanya rumah tangga, para pelaku usaha kecil seperti rumah makan dan warung nasi juga terkena dampak serius dari krisis ini.
Siti Halimah, pemilik warung nasi di Marelan, mengaku sempat kehilangan pelanggan karena tak bisa menjaga kebersihan dapurnya.
“Kalau air gak ada, gimana cuci piring? Pernah dua hari gak jualan karena gak bisa masak. Rugi banget,” ujar Siti.
Wali Kota Medan Turun Tangan, Minta PDAM Tirtanadi Segera Tindaklanjuti
Kinerja PDAM Tirtanadi kini menjadi sorotan. Warga Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan bahkan mengaku sudah tiga bulan lebih tak mendapatkan pasokan air bersih yang layak.
Keluhan ini langsung didengar oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat mengunjungi lokasi.
Salah satu warga menyampaikan bahwa anak-anak mereka tidak bisa mandi sebelum sekolah karena air baru tersedia dini hari, itupun tidak menentu.
Mendengar hal tersebut, Rico Waas langsung menghubungi petugas PDAM, Hafiz, lewat ponselnya.
“Pak, saya di Kampung Nelayan Indah. Tolong dicek, sudah tiga bulan warga Blok F gak dapat air. Jam 3 pagi mereka begadang, itu pun belum tentu dapat,” ucap Rico dengan nada tegas.
Dalam percakapan telepon, pihak PDAM hanya bisa merespons singkat, “Siap Pak, siap Pak,” tanpa memberikan kepastian lebih lanjut.















