Bantuan Beras Fortifikasi 2025, Digelontorkan Selama 3 Bulan Hingga Akhir Tahun
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras fortifikasi dan biofortifikasi atau yang disebut beras khusus.
Bantuan ini mulai disalurkan pada akhir September 2025 dan akan berlangsung selama tiga bulan hingga akhir tahun.
Program bantuan beras khusus ini menyasar keluarga rentan pangan dan rawan gizi, dengan tujuan untuk mendukung kecukupan nutrisi dan mencegah stunting pada anak-anak.
Apa Itu Beras Fortifikasi dan Siapa yang Menerima?
Untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama di wilayah rawan pangan, pemerintah menghadirkan beras fortifikasi sebagai bagian dari program bantuan pangan 2025.
Beras ini diperkaya dengan berbagai nutrisi penting untuk membantu mencegah stunting dan kekurangan gizi.
Lalu, apa sebenarnya beras fortifikasi itu dan siapa saja yang berhak menerima bantuan ini?
Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral penting, seperti:
- Vitamin B1
- Vitamin B3
- Vitamin B9
- Vitamin B12
- Zinc (seng)
Menurut Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, kandungan gizi dalam beras ini diharapkan bisa membantu meningkatkan asupan nutrisi keluarga, terutama anak-anak, sehingga mereka dapat terhindar dari risiko stunting.
“Manfaat utama dari beras fortifikasi ini adalah untuk mengatasi stunting dan mencukupi kebutuhan vitamin serta mineral bagi keluarga,” jelas Arief saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).
Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Penerima Bantuan Beras Fortifikasi 2025
Beras fortifikasi ini berbeda dari bantuan pangan reguler yang disalurkan pada Oktober–November melalui Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Untuk bantuan CBP, sasarannya adalah 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sementara itu, bantuan beras khusus ini dikhususkan untuk kelompok masyarakat yang tergolong:
- Rentan pangan
- Rawan gizi
- Tinggal di daerah prioritas
Program ini pertama kali diluncurkan di Kecamatan Pamijahan, Bogor, dengan target 648 Kepala Keluarga (KK) di 8 desa.
Rincian Program Bantuan Beras Fortifikasi 2025
Berikut informasi lengkap seputar program bantuan beras fortifikasi 2025:
- Periode bantuan: Oktober – Desember 2025
- Total beras disiapkan: ±1.900 ton
- Wilayah perdana: Pamijahan, Bogor
- Jumlah per keluarga: 15 kg beras per bulan
- Harga estimasi beras fortifikasi: Rp 17.000/kg (lebih tinggi ±Rp 1.500–Rp 2.000 dari harga beras biasa)
- Pendanaan: Dialokasikan langsung oleh Badan Pangan Nasional
Upaya Jangka Panjang: Fortifikasi Nasi untuk Bantuan Pangan Nasional
Lebih lanjut, Arief mengungkapkan bahwa program ini merupakan pilot project dari Bapanas dan telah mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ke depannya, pemerintah berencana untuk tidak hanya memberikan beras, tetapi langsung berupa nasi fortifikasi untuk bantuan pangan.
“Saya sudah diskusi dengan Kemenkes. Jika nanti bisa diberikan dalam bentuk nasi yang sudah difortifikasi, maka manfaatnya akan lebih maksimal,” ujarnya.
Kesimpulan: Bansos Beras Fortifikasi 2025 Fokus pada Gizi dan Pencegahan Stunting
Program bantuan beras fortifikasi 2025 adalah langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat rentan, terutama dalam mencegah stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Bagi masyarakat yang masuk dalam kriteria, pantau informasi dari dinas pangan atau pemerintah daerah setempat agar tidak ketinggalan jadwal penyaluran bantuan.
















