KUR BRI: Solusi Modal Tanpa Jaminan untuk Usaha Anda, Ketahui Syarat dan Kelayakannya!
Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah solusi yang sangat efektif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan modal usaha dengan bunga rendah dan persyaratan yang tidak memberatkan. Program ini diciptakan untuk membantu pelaku usaha memperoleh pembiayaan guna mengembangkan usahanya tanpa harus memberikan jaminan yang rumit. Namun, untuk dapat mengajukan KUR BRI, ada beberapa syarat dan kriteria kelayakan yang harus dipenuhi. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang syarat dan kriteria tersebut.
1. Kriteria Kelayakan Usaha yang Memenuhi Syarat
Salah satu faktor utama dalam kelayakan KUR BRI adalah jenis dan kondisi usaha yang diajukan. Bank akan memastikan usaha yang diajukan memenuhi kriteria berikut:
a. Usaha Harus Bersifat Produktif
Usaha yang mengajukan pinjaman KUR harus produktif dan bergerak di sektor yang dapat meningkatkan perekonomian, seperti:
- Pertanian dan Perikanan: Usaha yang bergerak dalam produksi pangan, hortikultura, perikanan, serta budidaya tanaman atau ternak.
- Perdagangan: Usaha yang berkaitan dengan distribusi barang atau jasa ke pasar.
- Industri Kreatif: Usaha yang berfokus pada produk kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni, dan inovasi produk lokal.
- Jasa: Usaha yang menawarkan layanan seperti perbaikan kendaraan, pendidikan, transportasi, atau jasa lainnya yang memiliki permintaan tinggi.
b. Usaha Harus Sudah Berjalan Minimal 6 Bulan
Untuk memastikan usaha yang diajukan memang benar-benar beroperasi dan dapat menghasilkan pendapatan, BRI mensyaratkan agar usaha telah berjalan setidaknya selama 6 bulan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa usaha tersebut memiliki potensi dan kelangsungan, serta memiliki laporan keuangan yang menunjukkan arus kas yang stabil.
c. Usaha Tidak Sedang Menggunakan Kredit Komersial
Usaha yang mengajukan KUR BRI tidak boleh sedang terikat dengan kredit komersial di bank lain, kecuali jika kredit tersebut adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), atau kartu kredit. Hal ini penting karena KUR ditujukan untuk mendukung usaha dengan pembiayaan yang lebih ringan, bukan untuk membayar kewajiban kredit lainnya.
2. Kriteria Administratif yang Harus Dipenuhi
Selain kriteria usaha yang produktif, pemohon KUR BRI juga harus memenuhi berbagai syarat administratif yang menyatakan identitas pemohon dan legalitas usaha yang dijalankan.
a. Warga Negara Indonesia (WNI)
KUR BRI hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI). Pemohon harus memiliki KTP yang sah dan masih berlaku.
b. Usia Minimal 21 Tahun
Pemohon yang ingin mengajukan KUR BRI harus berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dengan tujuan memastikan pemohon memiliki kedewasaan dalam mengelola usaha dan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban pinjaman.
c. Memiliki Kartu Keluarga (KK)
Sebagai bagian dari identitas pemohon, calon peminjam juga harus menyerahkan Kartu Keluarga (KK) yang digunakan untuk memverifikasi status sosial dan keluarga.
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Untuk pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta, pemohon diwajibkan untuk memiliki NPWP. NPWP menunjukkan bahwa pemohon menjalankan usaha yang sah secara hukum dan memiliki kewajiban pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan.
e. Surat Keterangan Usaha (SKU) atau Nomor Induk Berusaha (NIB)
Sebagai bukti bahwa usaha yang dijalankan benar-benar ada dan aktif, pemohon diharuskan untuk menyertakan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dapat diperoleh dari kelurahan setempat atau lembaga yang berwenang. Bagi pemohon yang sudah terdaftar dalam sistem Online Single Submission (OSS), pemohon dapat mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengganti SK.
3. Kriteria Keuangan yang Harus Dipenuhi
Salah satu hal yang paling dinilai oleh pihak bank dalam proses pengajuan KUR adalah kondisi keuangan usaha. Bank akan melihat apakah usaha tersebut memiliki kemampuan untuk mengelola pinjaman dengan baik dan memiliki cash flow yang sehat.
a. Memiliki Arus Kas yang Stabil
Salah satu faktor yang paling penting adalah kemampuan usaha untuk menghasilkan pendapatan secara stabil. Arus kas (cash flow) yang sehat menunjukkan bahwa usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan dan dapat digunakan untuk membayar cicilan pinjaman tanpa memberatkan pemilik usaha. Oleh karena itu, penting bagi pemohon untuk menyajikan laporan keuangan yang jelas dan mencerminkan keadaan keuangan usaha yang baik.
b. Tidak Memiliki Riwayat Kredit Buruk
KUR BRI diberikan kepada usaha yang tidak memiliki catatan buruk dalam riwayat kredit sebelumnya. Hal ini berarti bahwa calon peminjam tidak boleh tercatat dalam sistem BI Checking atau SLIK OJK. Jika pemohon memiliki tunggakan kredit sebelumnya atau catatan buruk dalam hal pembayaran cicilan, maka pengajuan KUR akan sulit untuk disetujui.
4. Jenis Pinjaman dan Batasan Plafon KUR BRI
BRI menyediakan beberapa jenis KUR dengan batasan plafon yang berbeda, tergantung pada jenis usaha dan kapasitas peminjam. Adapun jenis-jenis KUR BRI adalah sebagai berikut:
a. KUR Mikro
- Plafon Pinjaman: Rp1 juta – Rp50 juta
- Suku Bunga: 6% per tahun
- Jangka Waktu: 3 – 5 tahun
- Jaminan: Tidak ada jaminan untuk pinjaman di bawah Rp50 juta
b. KUR Kecil
- Plafon Pinjaman: Rp50 juta – Rp500 juta
- Suku Bunga: 6% per tahun
- Jangka Waktu: 4 – 5 tahun
- Jaminan: Disesuaikan dengan kebijakan BRI dan kondisi usaha
c. KUR TKI
- Plafon Pinjaman: Maksimal Rp25 juta
- Suku Bunga: 6% per tahun
- Jangka Waktu: Sesuai kontrak kerja
- Jaminan: Tidak ada jaminan, khusus untuk pekerja migran Indonesia
Kesimpulan
KUR BRI adalah solusi bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal usaha dengan bunga ringan dan persyaratan yang mudah. Meskipun demikian, calon peminjam harus memenuhi berbagai kriteria kelayakan yang telah ditentukan agar pengajuan pinjaman dapat disetujui. Dengan memahami syarat administratif, kriteria kelayakan usaha, dan persyaratan keuangan yang dibutuhkan, Anda dapat mempersiapkan pengajuan KUR dengan lebih baik dan lebih cepat.

















