Lima Peringatan Rasulullah yang Sering Dilupakan Umat
Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering terjebak pada kesibukan dunia sehingga lupa pada pesan-pesan penting yang diajarkan Rasulullah, padahal pesan tersebut dapat membawa kita pada ketengan dunia dan akhirat.
Setiap nasihat beliau mengandung petunjuk untuk menjaga iman, akhlak, dan kehidupan sosial agar tetap selaras dengan ajaran Islam, tentunya nasihat tersebut harus kita ikuti atau patuhi dalam menjalankan kehidupan dunia.
Sayangnya, banyak dari kita yang menganggap ringan hal-hal sederhana seperti menunaikan shalat tepat waktu, menjaga kejujuran, melunasi utang, menjaga lisan, dan bersyukur. Padahal kelima hal ini memiliki dampak besar bagi kehidupan dunia dan akhirat.
1. Jangan Mengabaikan Shalat Tepat Waktu
Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya shalat lima waktu sebagai tiang agama. Namun banyak umat Islam yang sering menunda atau meninggalkannya karena kesibukan dunia.
Padahal shalat tepat waktu bukan hanya kewajiban, tetapi juga cara menjaga hati tetap dekat dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menjaga shalatnya akan mendapat cahaya di dunia dan akhirat.
Mengabaikan shalat berarti melewatkan momen spiritual yang bisa menenangkan jiwa, memperkuat iman, dan menjaga konsistensi hidup muslim.
2. Menjaga Amanah dan Kejujuran
Rasulullah selalu mengingatkan bahwa amanah dan kejujuran menjadi ciri orang beriman. Sayangnya, banyak umat yang sering menganggap ringan janji, utang, atau tanggung jawab sosialnya.
Rasulullah bersabda bahwa orang yang berbohong atau mengkhianati amanah akan menghadapi kerugian besar, baik dunia maupun akhirat. Kejujuran lebih penting, sepahit apapun kejujuran itu, tetap harus disampaikan.
Dengan menjaga kejujuran, setiap muslim tidak hanya membangun reputasi baik, tetapi juga menenangkan hati dan membina hubungan harmonis dengan sesama.
3. Tidak Menyepelekan Utang
Rasulullah memberi peringatan keras soal utang yang belum dilunasi. Beliau bahkan menolak menshalatkan jenazah orang yang meninggal dunia dengan utang belum dibayar.
Pesan ini mengajarkan bahwa setiap muslim harus bertanggung jawab atas kewajiban finansialnya, sekecil apapun utangnya, harus segara dibayarkan kewajiban kita kepada orang lain, tidak boleh ditahan.
Menunda pelunasan utang bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga menimbulkan beban spiritual yang bisa menahan ketenangan ruh di akhirat.
4. Berhati-hati dengan Lisan dan Perkataan
Rasulullah selalu menekankan pentingnya menjaga lisan. Banyak umat Islam yang mudah mengucapkan kata-kata kasar, menjelekkan orang lain, atau menyebarkan fitnah tanpa sadar.
Padahal, setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Dengan menjaga lisan, seseorang dapat mencegah konflik, menyebarkan kebaikan, dan membangun hubungan sosial yang harmonis.
Rasulullah mengajarkan bahwa lisan yang terkontrol adalah tanda iman yang kuat dan karakter muslim sejati.
5. Tidak Lupa Bersyukur dalam Setiap Keadaan
Rasulullah selalu menekankan pentingnya bersyukur, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Banyak umat Islam yang baru mengingat Allah saat mengalami kesulitan, tetapi melupakan-Nya ketika memiliki kemudahan.
Syukur tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menenangkan hati, menjaga kestabilan mental, dan membuka pintu rezeki.
Dengan bersyukur, setiap muslim belajar menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada dan tetap optimis menjalani hidup.
Kesimpulan
Lima peringatan Rasulullah SAW ini kerap dilupakan umat karena kesibukan dunia dan kurangnya kesadaran spiritual. Mengabaikan shalat, amanah, utang, lisan, dan rasa syukur bisa membawa dampak negatif bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Rasulullah memberikan teladan nyata untuk senantiasa menjaga ibadah, kejujuran, tanggung jawab, perkataan, dan rasa syukur. Dengan mengamalkan lima prinsip ini, hidup seorang muslim akan lebih harmonis, tenang, dan selaras dengan ajaran Islam.
















