MEDAN – Tim Densus 88 mengamankan 5 terduga teroris yang berasal dari beberapa kabupaten kota yang ada di Provinsi Sumut.
“Kelima ini ditangkap terkait bom di Sibolga,” kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Kamis (14/3/2019).
Kelima tersangka dugaan teroris itu masing-masing Husein alias Abu Hamzah alias Upang, AK alias Ameng alias Abu Halimah (istri Abu Hamzah), ZP alias Ogek Zul, R dari Tanjungbalai dan M diamankan di Tapteng.
Jadi, kata orang nomor satu di Polda Sumut ini, selain menangkap terduga teroris di Sibolga, tim densus 88 juga menangkap teroris di Tanjungbalai dan di Tapanuli Tengah (Tapteng).
“Kalau yang di Tanjungbalai, dugaan terorisnya adalah R yang juga calon istri kedua dari Abu Hamzah. Sedangkan di Tapteng, tim densus 88 mengamankan seorang pria,”ujarnya pada wartawan.
“Jadi yang ditangkap di Tanjungbalai cuma satu. M ditangkap di Tapteng,” jelasnya seraya mengatakan sedangkan yang tiga lagi adalah Abu Hamzah, Abu Halimah dan Ogek Zul.
Abu Hamzah, kata Kapolda masih diamankan di Polres Sibolga, Abu Halimah (Istri Abu Hamzah) sudah meninggal dunia karena bom bunuh diri, sedangkan Ogek Zul adalah orang yang menjaga bahan ledakan di rumahnya yang berada di jalan Kutilang, Kota Sibolga.
Pria dengan bintang dua dipundaknya ini menyatakan keterlibatan R dalam bom Sibolga karena yang bersangkutan sebagai calon istri kedua Abu Hamzah, juga R mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom.
R sendiri, sambung Agus, merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27) warga Tanjungbalai, yang merupakan satu anggota teroris jaringan JAD kelompok Syaiful yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 lalu.
Pantauan lokasi kejadian yaitu di jalan Cendrawasih, Kota Sibolga pihak kepolisian masih berjaga-jaga disekitar lokasi.
“Hari ini juga kita lakukan sterilisasi di lokasi ledakan atau di rumah Abu Hamzah. Ini dilakukan karena kemarin, mereka datangnya sore, sehingga belum tuntas makanya dilanjutkan hari ini,”terangnya.
Masih dikatakan pria yang sudah tugas di Sumut ini sejak Letnan Dua, saat melakukan sterilisasi hari ini, Kamis (14/3/2019) pihaknya menemukan satu rompi dengan tujuh pipa yang sudah terpasang di rompi tersebut.
“Kita juga menemukan informasi bahwa masih ada bom yang ditanam di seputaran rumah Abu Hamzah,”katanya.
Selain menemukan rompi yang sudah terpasang pipa, Agus Andrianto juga menyatakan tim menemukan 5 tabung kontainer berisi bahan peledak yang sangat membahayakan.
Mengenai dengan jumlah bahan peledak yang sampai 300 KG, apakah pihak kepolisian sudah mengetahui daerah mana saja yang menjadi sasaran teroris, Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan itu nanti akan menjadi pengembangan dari pihak Densus 88.

















