Makna Ridha dan Cara Mencapainya dalam Kehidupan Sehari-hari
Ridha bukan sekadar menerima keadaan, ridha berarti hati rela dan tenang atas ketetapan Allah SWT.
Ridha menggabungkan pemahaman bahwa segala sesuatu datang dari-Nya, penyerahan diri, dan usaha memperbaiki diri tanpa mengeluh.
Ridha artinya puas dan rela dalam hati terhadap ketentuan Allah, bukan berarti pasif atau menyerah tanpa usaha.
Melainkan menerima dengan lapang dada sambil berikhtiar memperbaiki keadaan.
Ridha tumbuh ketika seseorang memahami hikmah di balik setiap ujian, serta mengarahkan harapan kepada rahmat dan kebijaksanaan Sang Pencipta.
Mengapa Ridha Penting
Ridha membantu menenangkan jiwa ketika menghadapi cobaan.
Ridha memudahkan kita untuk bersyukur atas nikmat, dan ridha menjaga hubungan baik antara hamba dan Rabb.
Orang yang ridha cenderung lebih sabar dalam menghadapi masalah.
Lebih tegar ketika kehilangan, dan lebih konsisten dalam menjalankan ibadah serta kewajiban sosial.
Cara Mencapai Ridha dalam Kehidupan Sehari-hari
Pertama, perbanyak memahami dan merenungkan ayat Al-Qur’an dan hadits yang mengajarkan sabar dan tawakal.
Sehingga memperkuat keyakinan bahwa Allah tahu yang terbaik.
Kedua, latih syukur setiap hari dengan mengingat nikmat kecil dan besar yang kita terima, kebiasaan ini menggeser fokus dari keluhan ke rasa terima kasih.
Ketiga, perbaiki hubungan sosial dengan memaafkan dan meminta maaf, hubungan yang sehat mengurangi beban batin yang menghalangi rasa ridha.
Keempat, praktikkan ikhtiar nyata seperti mencari solusi dan meminta nasihat ulama atau orang saleh.
Ridha bukan pengganti usaha, tetapi buah dari usaha dan tawakal yang benar.
Kelima, perbanyak doa dan dzikir, hati yang sering berhubungan dengan Allah lebih mudah menerima takdir-Nya.
Hambatan dalam Mencapai Ridha dan Cara Mengatasinya
Seringkali manusia merasa sulit ridha karena ekspektasi yang tinggi, pengaruh lingkungan yang materialistis,.
Stres akibat kegagalan, untuk mengatasi hal ini, sesuaikan ekspektasi dengan realita.
Kurangi perbandingan sosial di media, dan cari dukungan spiritual atau psikologis saat beban terasa berat.
Selain itu, belajar dari pengalaman dan mencatat momen-momen kecil ketika doa dijawab membantu memperkuat kepercayaan bahwa Allah mendengar dan memberi jalan.
Kesimpulan
Ridha adalah sikap hati yang mulia, ia lahir dari pemahaman, syukur, usaha, dan doa.
Dengan membiasakan bacaan Al-Qur’an, menguatkan syukur, memperbaiki hubungan sosial, serta menerapkan ikhtiar yang nyata.
Kita dapat menumbuhkan ridha dalam keseharian, ridha tidak menghilangkan usaha, ia justru menjadi sumber ketenangan ketika usaha bertemu takdir.
Jadikan ridha sebagai kompas hati agar setiap langkah membawa berkah dan ketenteraman.
















