Masalah Klasik Bansos Masih Ada yang Tak Tepat Sasaran
Masalah klasik dalam penyaluran bantuan sosial kembali mencuat, Mensos mengungkapkan bahwa hingga kini masih ditemukan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Temuan tersebut terungkap dari hasil evaluasi dan pemutakhiran data penerima bansos yang terus dilakukan pemerintah.
Mensos menyebut ketidaktepatan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari data yang belum sepenuhnya sinkron, perubahan kondisi ekonomi penerima, hingga minimnya pelaporan dari masyarakat.
Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas program perlindungan sosial, karena bantuan berpotensi tidak diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
Penyebab Ketidaktepatan Sasaran
Mensos menjelaskan, ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, data penerima yang belum sepenuhnya sinkron antarinstansi dan pemerintah daerah. Selama ini, data keluarga penerima bansos tersebar di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, sehingga kerap muncul tumpang tindih atau data yang sudah usang. Kedua, perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak segera tercatat dalam sistem. Misalnya, keluarga yang awalnya tergolong rentan kini sudah memiliki pendapatan lebih stabil, tetapi masih tercatat sebagai penerima bansos. Ketiga, minimnya laporan dari masyarakat terkait ketidaktepatan data. Banyak warga tidak aktif melaporkan jika mereka merasa sudah tidak lagi layak menerima bantuan atau mengetahui tetangga yang lebih membutuhkan.
Upaya Pemerintah Memperbaiki Data Bantuan Sosial Mensos
Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, telah mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki akurasi data penerima bansos. Salah satunya adalah melakukan verifikasi dan validasi secara menyeluruh melalui proses ground check di lapangan. Pendamping sosial, pemerintah daerah, dan aparat desa dilibatkan untuk memotret kondisi sosial ekonomi keluarga secara faktual. Selain itu, mekanisme sanggah dibuka bagi masyarakat, memungkinkan warga melaporkan ketidaksesuaian data, baik terkait diri sendiri maupun keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Mensos menekankan pentingnya integrasi data lintas kementerian dan lembaga agar program bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif. Salah satu contohnya adalah inisiatif Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang bertujuan menyatukan seluruh basis data penerima bantuan agar lebih akurat dan terpantau secara nasional.
Dampak Ketidaktepatan Sasaran Bantuan Sosial Mensos
Ketidaktepatan sasaran tidak hanya memengaruhi efektivitas bantuan, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan sosial. Bantuan yang seharusnya diterima oleh keluarga yang sangat membutuhkan justru tersalurkan ke mereka yang kondisinya sudah lebih mampu. Situasi ini dapat menimbulkan rasa tidak puas di masyarakat, sekaligus mengurangi kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial. Mensos menegaskan bahwa perbaikan data bukan sekadar administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keadilan dan transparansi dalam penyaluran bantuan.
Harapan dan Kolaborasi Publik
Mensos mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses pemutakhiran data bantuan sosial. Partisipasi publik, mulai dari melaporkan ketidaktepatan data hingga mendukung pendataan di wilayahnya, dianggap sangat penting. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran bansos diharapkan dapat tepat sasaran, adil, dan bermanfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program perlindungan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga terkait, dan publik, ketidaktepatan sasaran bansos dapat diminimalkan, sehingga tujuan program perlindungan sosial yakni membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi dapat tercapai secara optimal.
Kesimpulan
Meski pemerintah terus memperbaiki data, masih ada bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Perbaikan verifikasi dan partisipasi masyarakat diperlukan agar bantuan sosial mensos lebih akurat dan sampai ke yang membutuhkan.

















