Medan – “Pak Basri pokoknya medali sudah stay di Medan semua tinggal bertahap di distribusikan ya aman …..
“Sudah Sama ku nanti hari senin dikirim semuanya” Begitu pesan whatsap yang disampaikan Dahliana selaku pemborong medali Pekan Olahraga Propinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019, pekan lalu.
Pesan whatsap nya disampaikan pada tehnical delegate cabor gulat Basri S yang dikemudian diteruskan pada grup ‘WA Gulat Sumut’.
Namun, lacur terjadi, sampai Senin (29/07/2019), medali yang dinanti-nanti belum tuntas didistribusikan pada pegulat yang meraih prestasi di ajang tersebut.
Bukti, pelatih tim gulat Deliserdang, Tapsel dan pengurus PGSI Langkat masih menyampaikan keluhannya karena belum menerima medali.
“Kami belum terima medali tersebut. Ada apa sebenarnya terjadi”,kata pelatih Gulat Dekiserdang Daslan Gumtom disela seleksi gulat menuju Pra PON 2019 di Medan, kemarin.
Masalah ngadatnya terus melebar. Oknum ASN Disporasu ikutan berang dan menantang. Sabirin yang berdinas di kantor UPT PPLP Sumut naungan Disporasu ikut-ikutan ,memgometari ngadatnya medali. Beliau bukannya memberi komentar yang menyenangkan, malah ikutan menutupi bobroknya kinerja panpel
Itu terjadi saat wartawan menanyakan masalah medali yang didistribusikan dari kantor UPT tersebut. Sabirin dengan menantang menyebutkan, bukti pengiriman medali kepada KONI Kabupaten. Kota ada sama Dahliana. “Sama ibu”,katanya dengan nada tinggi.
Perdebatan sempat terjadi. Sabirin pun menunjukkan ‘pongah’ dan terkesan menutupi bobroknya kinerja Dahliana.
Wartawan pun mempertanyakan kapasitas Sabirin. Pasalnya, beliau bukan pengurus KONI Sumut. “Anda kan bukan pengurus KONI Sumut, kok anda yang berang”. Sabirin yang semula terlihat ‘pongah’ berbalik terdiam dan tak bisa menjawab.
Sebelumnya, Ketua PB Porprovsu Sakiruddin pun marah-marah pada wartawan ketika ditanyai masalah medali nyangkut (malaon)















