Medan Kota Sejarah: Bangunan Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri
Medan bukan hanya dikenal sebagai kota terbesar di Sumatera Utara, tetapi juga menyimpan banyak cerita sejarah dari masa kolonial Belanda. Berbagai bangunan peninggalan Belanda di Medan masih berdiri kokoh hingga kini, menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota ini.
Keberadaan arsitektur kolonial tersebut tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi daya tarik wisata sejarah yang patut dijelajahi.
Jejak Arsitektur Kolonial di Medan
Pada masa penjajahan Belanda, Medan berkembang pesat sebagai pusat perdagangan, perkebunan tembakau, hingga administrasi pemerintahan. Hal ini meninggalkan jejak berupa bangunan bergaya Eropa klasik yang masih bisa ditemui di beberapa sudut kota.
Bentuk arsitektur yang megah, jendela besar, serta ornamen khas Eropa menjadikan bangunan-bangunan ini memiliki nilai estetika sekaligus sejarah yang tinggi.
Bangunan Peninggalan Belanda yang Terkenal di Medan
Gedung London Sumatera (Lonsum)
Terletak di Jalan Ahmad Yani, gedung ini dibangun pada tahun 1906 dan menjadi salah satu gedung pertama di Medan yang memiliki lift. Hingga kini, Lonsum masih difungsikan sebagai perkantoran dan menjadi ikon arsitektur kolonial.
Balai Kota Medan Lama
Diresmikan pada 1908, bangunan bergaya Eropa ini dulunya digunakan sebagai kantor pemerintahan kolonial. Saat ini, Balai Kota Lama menjadi bagian dari Hotel Grand Aston namun tetap dipertahankan keasliannya.
Kantor Pos Medan
Berdiri megah di pusat kota sejak 1911, Kantor Pos Medan menjadi salah satu landmark dengan gaya arsitektur klasik. Bangunan ini masih berfungsi sebagai kantor pos hingga sekarang.
Tjong A Fie Mansion
Walaupun dimiliki oleh seorang saudagar Tionghoa, bangunan ini memadukan gaya arsitektur Tiongkok, Melayu, dan kolonial Belanda. Tjong A Fie Mansion kini menjadi museum yang ramai dikunjungi wisatawan.
Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun
Keduanya dibangun pada masa Kesultanan Deli dengan pengaruh arsitektur kolonial Belanda yang kuat. Kedua bangunan ini hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya.
Mengapa Harus Mengunjungi Bangunan Peninggalan Belanda di Medan?
Bagi pecinta sejarah dan fotografi, bangunan-bangunan ini adalah surga tersendiri. Selain menambah wawasan tentang sejarah kolonial di Indonesia, Anda juga bisa menikmati keindahan arsitektur klasik yang jarang ditemui di kota modern.
Beberapa bangunan bahkan telah dijadikan museum atau pusat kegiatan budaya sehingga bisa dikunjungi secara langsung.
Penutup
Medan sebagai kota sejarah menyimpan banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih terawat hingga sekarang. Dari gedung pemerintahan, rumah tinggal, hingga tempat ibadah, semuanya menghadirkan nuansa klasik yang memikat.
Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Medan, jangan lewatkan kesempatan untuk menelusuri jejak kolonial ini agar perjalanan Anda semakin berkesan.















