Mengapa Hati Gelisah? Inilah Penyebabnya Menurut Islam
Setiap manusia pernah merasakan kegelisahan. Hati terasa tidak tenang, pikiran berputar tanpa arah, dan dada serasa sesak tanpa sebab yang jelas, dalam hal ini kita sering merasa kebingungan dengan kondisi ini.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kegelisahan menjadi hal yang sering muncul tanpa disadari. Namun, dalam pandangan Islam, hati yang gelisah bukan sekadar perasaan emosional semata.
Ia bisa menjadi pertanda bahwa seseorang sedang jauh dari Allah SWT atau kehilangan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Islam menempatkan hati sebagai pusat kehidupan spiritual manusia.
Hati yang bersih dan tenang melahirkan pikiran jernih serta tindakan yang penuh kebijaksanaan. Sebaliknya, ketika hati dipenuhi dosa, kelalaian, atau kekhawatiran berlebih, maka ketenangan hidup akan sirna.
Hati Gelisah, Pertanda Apa?
Kegelisahan sering muncul tanpa alasan yang terlihat. Seseorang bisa merasa gelisah meski sedang berada di tempat nyaman, memiliki segalanya, atau sedang tidak menghadapi masalah besar.
Dalam Islam, kondisi ini menjadi sinyal bahwa hati sedang kehilangan arah dan cahaya keimanan mulai meredup.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa sumber ketenangan hidup terletak pada kebersihan hati. Ketika hati gelisah, itu bisa berarti ada penyakit batin yang belum disembuhkan, seperti iri, sombong, atau terlalu bergantung pada dunia.
Hati yang jauh dari zikir dan ibadah akan mudah goyah. Kegelisahan muncul karena ruh kehilangan asupan spiritual yang seharusnya menenangkan.
Dalam keadaan seperti itu, manusia perlu kembali mendekatkan diri kepada Allah agar hatinya kembali hidup dan tenteram, tentunya akan membawa kita berpikir jernih dalam setiap langkah.
Penyebab Hati Gelisah Menurut Islam
Islam menjelaskan beberapa hal yang bisa membuat hati terasa tidak tenang. Pertama, karena dosa dan maksiat. Setiap kali manusia berbuat dosa, cahaya iman dalam hati akan redup, sehingga hati terasa berat dan gelisah.
Kedua, karena lalai dalam mengingat Allah. Ketika seseorang jarang berzikir, jarang berdoa, atau menunda salat, maka jiwanya akan mudah gundah.
Penyebab lainnya adalah terlalu mencintai dunia. Kecemasan berlebihan tentang rezeki, karier, atau masa depan sering membuat hati tidak tenang, padahal semuanya sudah di atur oleh Allah, dan kita tinggal berusaha.
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa manusia yang terlalu sibuk mengejar dunia akan kehilangan ketenangan batin, dan juga akan memiliki ke khawatiran yang besar disetiap langkahnya.
Selain itu, rasa takut yang berlebihan, kurangnya tawakal, dan tidak bersyukur juga dapat memicu kegelisahan dalam hati, maka ingatlah Allah ketika kita merasakan hati yang gelisa.
Bagaimana Menenangkan Hati Gelisah Menurut Islam
Islam memberikan solusi yang sangat indah untuk menenangkan hati. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Artinya, ketenangan sejati tidak datang dari harta, jabatan, atau pujian, melainkan dari kedekatan dengan Allah.
Langkah pertama untuk menenangkan hati adalah memperbanyak zikir dan istighfar.
Dengan mengucapkan nama Allah, seseorang mengingat bahwa hidupnya tidak sendirian dan selalu dalam pengawasan-Nya. Selain itu, membaca Al-Qur’an dengan tadabbur membantu menenangkan pikiran.
Salat yang khusyuk juga menjadi obat bagi hati gelisah. Dalam setiap sujud, seorang hamba menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah,, baik itu rezeki, kesehatan dan keselamatan yang ada.
Ketika hati belajar untuk ikhlas dan bertawakal, maka ketenangan akan datang dengan sendirinya. Hidup pun terasa ringan karena semua urusan diserahkan kepada Sang Pencipta.
Kesimpulan
Hati yang gelisah adalah tanda bahwa manusia perlu berhenti sejenak dan menengok kondisi spiritualnya. Kegelisahan tidak selalu buruk, karena bisa menjadi panggilan dari Allah agar hamba-Nya kembali mendekat.
Dengan memperbanyak zikir, menjaga salat, dan menjauhi dosa, hati akan perlahan-lahan kembali tenang.
Islam mengajarkan bahwa ketenangan sejati tidak bisa dibeli atau dicapai dengan kesenangan duniawi.
Ketenangan datang ketika hati berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Jadi, ketika kegelisahan melanda, jangan mencari pelarian di luar diri. Kembalilah kepada Allah, karena hanya Dia yang mampu menenangkan hati yang resah.

















