Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengapa Hidayah Tidak Datang Jika Hati Masih Lalai

Riyan by Riyan
4 Desember 2025
in Artikel, Informasi, Islami
0
Mengapa Hidayah Tidak Datang Jika Hati Masih Lalai

Mengapa Hidayah Tidak Datang Jika Hati Masih Lalai

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mengapa Hidayah Tidak Datang Jika Hati Masih Lalai

Banyak orang bertanya mengapa mereka sulit merasakan ketenangan batin dan perubahan yang lebih baik, padahal mereka sudah mencoba mendekat kepada Allah. Sebagian mengeluh karena doa-doanya terasa hampa, sebagian lainnya merasa hatinya berat untuk beribadah.

Dalam tradisi Islam, kondisi seperti ini sering terjadi ketika hati berada dalam keadaan lalai. Hidayah tidak muncul begitu saja, karena hati yang tertutup tidak mampu menangkap cahaya kebenaran. Untuk memahami persoalan ini, kita perlu melihat bagaimana kelalaian bekerja dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.



Penghalang Utama Masuknya Hidayah

Kelalaian bukan hanya soal lupa, tetapi kondisi ketika hati tidak lagi peka terhadap nasihat atau peringatan. Ketika seseorang terlalu sibuk mengejar dunia, ia tidak sadar bahwa batinnya perlahan kehilangan arah.

Ia mungkin tetap beraktivitas seperti biasa, namun hatinya tidak stabil dan tidak merasakan kedekatan dengan Allah. Lalai juga bisa muncul ketika seseorang merasa cukup dengan amal yang sedikit.

Ia tidak ingin belajar lagi, tidak ingin memperbaiki diri, bahkan tidak merasa salah saat melakukan maksiat. Pola ini membuat hati tertutup, sehingga petunjuk Allah tidak menemukan jalannya.

Pada titik tertentu, kelalaian menciptakan jarak antara manusia dan hidayah. Ia mendengarkan nasihat, tapi tidak menyerap maknanya. Ia membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi tidak merasakan getarannya.

Ia berdoa, namun tidak mampu merasakan ketulusan di dalamnya. Ini adalah keadaan ketika hati mulai mengeras, dan keberadaan hidayah terasa jauh.



Dosa yang Menumpuk Membuat Hati Sulit Menerima Cahaya

Setiap kesalahan yang dilakukan tanpa taubat meninggalkan bekas pada hati. Jika bekas ini terus bertambah, hatinya menjadi gelap dan berat. Dalam kondisi seperti ini, seseorang sulit melihat kebenaran meski kebenaran itu berada tepat di depan matanya.

Dosa membuat seseorang lebih nyaman melakukan keburukan dan semakin malas mengerjakan kebaikan. Rasa malas ini bukan sekadar lelah fisik, melainkan tanda bahwa hati tidak lagi ringan dalam beribadah. Ketika dosa tidak segera dibersihkan, hati mulai kehilangan kesanggupan untuk menangkap hidayah.

Dampaknya bisa terlihat dari perilaku sehari-hari. Seseorang mulai meremehkan kewajiban, lebih suka menghabiskan waktu dalam hal yang sia-sia, atau merasa berat saat diajak menuju kebaikan.

Ia tahu mana yang benar, tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mengikutinya. Inilah salah satu gejala besar kelalaian yang menutupi pintu hidayah.



Kesombongan: Dinding Besar yang Menghalangi Petunjuk

Selain dosa dan kelalaian, kesombongan adalah salah satu faktor utama yang membuat seseorang jauh dari hidayah. Kesombongan muncul ketika seseorang merasa paling benar, paling paham, atau merasa tidak membutuhkan bimbingan siapa pun.

Hati yang sombong cenderung menolak nasihat, bahkan dari orang-orang yang tulus ingin membantunya. Padahal, hidayah hanya datang kepada orang-orang yang rendah hati dan mau membuka diri. Allah tidak menurunkan petunjuk kepada hati yang penuh keangkuhan.

Ketika seseorang menutup telinga dan menolak kebenaran, ia secara tidak sadar menutup pintu hidayah untuk dirinya sendiri.



Menunda Perubahan Membuat Hidayah Semakin Menjauh

Salah satu sifat manusia adalah merasa masih punya banyak waktu untuk berubah. “Nanti saja,” “Besok saya mulai,” atau “Tunggu suasana hati lebih baik,” adalah kalimat yang sering menjadi alasan. Namun kebiasaan menunda inilah yang menghentikan langkah menuju hidayah.

Setiap kali seseorang menunda perubahan, hatinya semakin terbiasa dengan kelalaian. Kebiasaan ini lama-kelamaan membentuk pola hidup yang menjauhkan dirinya dari kesadaran spiritual. Ketika seseorang sudah terlalu nyaman dalam kelalaian, hidayah tidak lagi terasa mendesak bagi dirinya.



Cara Membuka Kembali Pintu Hidayah

Walaupun hidayah adalah pemberian Allah, manusia tetap memiliki peran untuk mempersiapkan diri menerimanya. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperbanyak mengingat Allah. Zikir yang dilakukan dengan konsisten mampu melembutkan hati dan mengaktifkan kesadaran batin.

Langkah berikutnya adalah memperbanyak istighfar. Mengakui kesalahan dan memohon ampunan membuka peluang bagi hati untuk kembali bersih. Istighfar tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menumbuhkan perasaan rendah hati dan kebutuhan kepada Allah.

Membaca Al-Qur’an setiap hari juga menjadi cara paling efektif untuk menghidupkan kembali hati. Ayat-ayat Allah memiliki kekuatan untuk membuka wawasan, menenangkan pikiran, dan menuntun seseorang menuju jalan yang benar.

Selain itu, menghadiri majelis ilmu dapat menyegarkan hati dan memperkuat keinginan untuk berubah. Lingkungan yang baik membantu seseorang mempertahankan semangat ibadah dan mengurangi kebiasaan buruk yang menghalangi hidayah.

Terakhir, seseorang perlu berdoa agar Allah melembutkan hatinya. Doa yang ikhlas mampu menggerakkan batin dan menarik hidayah mendekat.



Kesimpulan

Hidayah tidak datang jika hati masih lalai karena kelalaian membuat hati tidak peka, dosa menutup cahaya, kesombongan menghalangi nasihat, dan kebiasaan menunda perubahan merusak semangat spiritual.

Untuk menarik hidayah, seseorang perlu menghidupkan hatinya melalui zikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, serta memilih lingkungan yang baik. Ketika hati kembali jernih, hidayah Allah akan lebih mudah masuk dan mengubah hidup menjadi lebih terarah.

Tags: cara membuka pintu hidayahhati lalaihidayah Allahpenyebab tidak mendapat hidayahtanda hati tertutup

Related Posts

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban
Artikel

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban

2 Februari 2026
Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui

2 Februari 2026
Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah
Artikel

Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah

2 Februari 2026
BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
Next Post
Rahasia Sukses Mendidik Anak Agar Tumbuh dengan Akhlak Mulia

Rahasia Sukses Mendidik Anak Agar Tumbuh dengan Akhlak Mulia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Ingin Pindah Faskes BPJS di Medan? Begini Langkah dan Syarat yang Harus Dipenuhi

Ingin Pindah Faskes BPJS di Medan? Begini Langkah dan Syarat yang Harus Dipenuhi

6 November 2025
Bobby Nasution Berkomitmen Lindungi Cagar Budaya

Bobby Nasution Berkomitmen Lindungi Cagar Budaya

17 Juni 2023
Risiko dan Keuntungan Berinvestasi Sukuk

Risiko dan Keuntungan Berinvestasi Sukuk

6 Desember 2025
Kena PHK Dapatkan 60% Gaji 6 Bulan, Begini Syaratnya

Kena PHK? Dapatkan 60% Gaji 6 Bulan, Begini Syaratnya

20 Mei 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.