Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengapa Islam Melarang Ambisi Berlebihan terhadap Jabatan

Riyan by Riyan
19 Desember 2025
in Artikel, Informasi, Islami
0
Mengapa Islam Melarang Ambisi Berlebihan terhadap Jabatan

Mengapa Islam Melarang Ambisi Berlebihan terhadap Jabatan

189
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mengapa Islam Melarang Ambisi Berlebihan terhadap Jabatan

Jabatan sering kali dipandang sebagai simbol keberhasilan, kehormatan, dan kekuasaan. Dalam realitas kehidupan modern, banyak orang berlomba-lomba mengejar posisi strategis demi pengaruh dan pengakuan. Namun Islam memandang jabatan dengan sudut pandang yang berbeda.

Agama ini tidak menolak kepemimpinan atau kedudukan, tetapi memberi peringatan keras terhadap ambisi berlebihan yang mengiringinya. Larangan ini bukan tanpa alasan, sebab jabatan membawa konsekuensi moral, sosial, dan spiritual yang besar.

Jabatan sebagai Amanah, Bukan Tujuan Utama

Islam menempatkan jabatan sebagai amanah yang berat, bukan sebagai tujuan hidup yang harus diraih dengan segala cara. Setiap posisi kepemimpinan mengandung tanggung jawab besar terhadap manusia dan di hadapan Allah. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula pertanggungjawaban yang akan dimintai.

Kesadaran ini menjadikan seorang Muslim berhati-hati dalam memandang jabatan. Ia tidak menjadikan kedudukan sebagai alat pemuas ambisi pribadi, melainkan sebagai sarana untuk menunaikan kewajiban dan memberi manfaat.

Ketika seseorang terlalu bernafsu mengejar jabatan, orientasi amanah sering kali tergeser oleh keinginan untuk berkuasa.



Ambisi Berlebihan Mengaburkan Niat

Salah satu alasan utama Islam melarang ambisi berlebihan terhadap jabatan adalah karena ambisi tersebut dapat merusak niat. Dalam Islam, niat menjadi fondasi setiap amal. Ketika seseorang mengincar jabatan demi prestise, pengaruh, atau keuntungan materi, niat pengabdian mudah tergantikan oleh kepentingan pribadi.

Ambisi yang tidak terkendali juga berpotensi melahirkan perilaku tidak etis. Persaingan yang tidak sehat, fitnah, manipulasi, dan pengkhianatan sering muncul ketika jabatan diposisikan sebagai tujuan utama. Islam memutus mata rantai ini dengan menanamkan sikap qanaah, rendah hati, dan keikhlasan.

Risiko Ketidakadilan dalam Kekuasaan

Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Jabatan, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan, menuntut kemampuan untuk bersikap adil dalam berbagai situasi.

Ambisi berlebihan sering kali mendorong seseorang untuk memprioritaskan kelompok tertentu, membalas jasa politik, atau mempertahankan kekuasaan dengan cara yang tidak benar.

Ketika ambisi menguasai hati, keadilan menjadi korban. Islam melarang kondisi ini karena ketidakadilan dalam jabatan akan berdampak luas, bukan hanya pada individu, tetapi juga pada masyarakat.

Oleh sebab itu, Islam mengajarkan agar jabatan diberikan kepada orang yang mampu dan amanah, bukan kepada mereka yang paling bernafsu mengejarnya.



Jabatan dan Ujian Kesombongan

Ambisi terhadap jabatan juga berkaitan erat dengan penyakit hati, terutama kesombongan. Jabatan dapat membuat seseorang merasa lebih tinggi, lebih berhak, dan lebih penting dibanding orang lain.

Islam memandang kesombongan sebagai sifat tercela yang dapat merusak hubungan manusia dengan sesama dan dengan Allah.

Larangan ambisi berlebihan bertujuan melindungi manusia dari jebakan ego. Seorang Muslim dianjurkan untuk tetap rendah hati, meskipun memegang kedudukan tinggi. Ketika jabatan diterima tanpa ambisi berlebihan, seseorang cenderung lebih mudah menjaga sikap dan tidak terperangkap dalam rasa superioritas.

Fokus Islam pada Kualitas, Bukan Kedudukan

Islam lebih menekankan kualitas iman, akhlak, dan kontribusi nyata dibandingkan status sosial atau jabatan formal. Seseorang dapat menjadi pribadi mulia tanpa harus menduduki posisi penting. Sebaliknya, jabatan tinggi tidak otomatis menjamin kemuliaan di sisi Allah.

Dengan perspektif ini, Islam mengarahkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan dalam perebutan kekuasaan. Ketika seseorang fokus memperbaiki diri dan memberi manfaat, jabatan akan datang sebagai konsekuensi, bukan sebagai target yang dikejar secara obsesif.



Menjaga Stabilitas Sosial dan Persatuan

Ambisi berlebihan terhadap jabatan sering memicu konflik sosial. Persaingan yang tajam dapat memecah persaudaraan, merusak kepercayaan, dan menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Islam sangat menjaga persatuan umat dan melarang segala hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Dengan menekan ambisi terhadap jabatan, Islam berupaya menciptakan iklim sosial yang sehat. Kepemimpinan diharapkan lahir dari proses yang adil dan natural, bukan dari intrik dan perebutan yang melelahkan. Stabilitas sosial ini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemaslahatan bersama.

Sikap Ideal Seorang Muslim terhadap Jabatan

Islam mengajarkan sikap seimbang dalam menyikapi jabatan. Seorang Muslim tidak perlu menolak amanah ketika ia memiliki kemampuan dan diminta untuk mengembannya. Namun ia juga tidak dianjurkan untuk memaksakan diri atau mengejar jabatan dengan penuh ambisi.

Sikap ideal ini melatih ketulusan dan tanggung jawab. Ketika jabatan diterima sebagai amanah, seseorang akan lebih fokus pada pelayanan, bukan pada keuntungan pribadi. Inilah esensi kepemimpinan dalam Islam, yaitu melayani, bukan dilayani.



Kesimpulan

Islam melarang ambisi berlebihan terhadap jabatan karena ambisi tersebut berpotensi merusak niat, melahirkan ketidakadilan, menumbuhkan kesombongan, dan memicu konflik sosial.

Jabatan dalam Islam dipandang sebagai amanah berat yang menuntut kejujuran, keadilan, dan kerendahan hati. Dengan menempatkan jabatan sebagai sarana pengabdian, bukan tujuan utama, seorang Muslim dapat menjaga integritas diri dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pandangan Islam, kemuliaan sejati tidak terletak pada kedudukan, melainkan pada ketakwaan dan kualitas amal.

Tags: ambisi berlebihan menurut Islametika kekuasaan IslamIslam dan jabatanjabatan sebagai amanahkepemimpinan dalam islamlarangan ambisi jabatan dalam Islamsikap Muslim terhadap jabatan

Related Posts

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban
Artikel

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban

2 Februari 2026
Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui

2 Februari 2026
Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah
Artikel

Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah

2 Februari 2026
BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
Next Post
Batasan Keuntungan dalam Islam: Antara Etika dan Keadilan

Batasan Keuntungan dalam Islam: Antara Etika dan Keadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Manfaat KUR BRI 2025 Bagi Pelaku Usaha Pemula

Manfaat KUR BRI 2025 Bagi Pelaku Usaha Pemula

17 Oktober 2025
FK UMSU Adakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat

FK UMSU Mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kepada Lansia

24 Juli 2019
Info Terbaru CPNS dan PPPK 2025: Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Info Terbaru CPNS dan PPPK 2025: Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

16 Juli 2025
Cara Cek BLT BBM 2025 yang Sudah Dicairkan oleh Kementerian Sosial

Cara Cek BLT BBM 2025 yang Sudah Dicairkan oleh Kementerian Sosial

21 Februari 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.