Mengapa Menuntut Ilmu Termasuk Ibadah?
Menuntut ilmu bukan sekadar mencari nilai atau gelar.
Dalam Islam, belajar menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah.
Ketika seseorang belajar dengan niat ikhlas, ia menunaikan kewajiban agama, memperbaiki diri, dan memberi manfaat bagi sesama.
Artikel ini menjelaskan kenapa menuntut ilmu tergolong ibadah, dalil-dalilnya, manfaatnya, cara menjadikannya ibadah sehari-hari, serta kesimpulan singkat yang mudah dicerna.
Belajar membuka pintu-pintu kebaikan. Ilmu membimbing tindakan agar sesuai syariat dan bermanfaat bagi manusia.
Islam menempatkan ilmu sebagai penghias iman. Karena itu, menuntut ilmu bukan aktivitas netral, melainkan ibadah jika dilakukan dengan niat karena Allah.
Ilmu sebagai perintah agama dan bukti ketaatan
Al-Qur’an dan sunnah banyak mendorong umat untuk menuntut ilmu.
Allah memerintahkan manusia berpikir, membaca, dan mengambil pelajaran dari ciptaan-Nya.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat.
Dengan demikian, menuntut ilmu menjadi bentuk ketaatan kepada Allah dan teladan Nabi.
Dalil dan riwayat yang mendukung kedudukan ilmu
Al-Qur’an menegaskan perintah belajar dan berpikir, contohnya ayat yang memulai wahyu dengan kata bacalah.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, laki-laki maupun perempuan.
Hadis-hadis shahih menyebutkan keutamaan guru dan murid, serta ganjaran besar bagi yang menyebarkan ilmu.
Dalil-dalil ini menjadikan belajar sebagai aktivitas yang mendapat pahala bila diniatkan lillah.
Manfaat menuntut ilmu: dunia dan akhirat
Ilmu memperbaiki ibadah sehingga shalat, zakat, dan muamalah berjalan sesuai syariat.
Ilmu meningkatkan akhlak, meminimalkan kesalahan, dan memperkuat tauhid.
Di sisi sosial, ilmu melahirkan profesi yang memberi manfaat, seperti dokter, guru, dan pengajar agama.
Secara praktis, ilmu membuka peluang rezeki yang halal dan memperluas kemampuan untuk menolong orang lain.
Cara menjadikan menuntut ilmu sebagai ibadah sehari-hari
Niatkan belajar hanya karena Allah, bukan untuk pamer atau mencari pujian.
Pilih ilmu yang bermanfaat untuk akidah, amal, atau kemaslahatan umat.
Amalkan ilmu yang didapat dan ajarkan kepada orang lain agar pahala terus mengalir.
Tetap adab dalam menuntut ilmu: hormati guru, tekun, dan sabar menghadapi proses.
Terakhir, konsisten melakukan istighfar dan doa agar ilmu memberi hidayah, bukan sekadar informasi.
Kesimpulan
Menuntut ilmu menjadi ibadah ketika niatnya karena Allah, ilmunya bermanfaat, dan hasilnya diamalkan serta disebarkan.
Islam menempatkan ilmu pada posisi sentral karena ia membentuk perilaku yang benar dan memperluas manfaat sosial.
Mari luruskan niat, belajar dengan adab, dan sebarkan kebaikan lewat ilmu agar setiap usaha menuntut ilmu menjadi tabungan pahala di dunia dan akhirat.

















