Mengenal KUR Mikro, Kecil, dan Super Mikro BRI: Jenis, Perbedaan, dan Manfaatnya untuk UMKM
Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendapatkan akses pendanaan yang mudah dan terjangkau adalah kunci utama untuk mengembangkan usaha. Salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu UMKM dalam memperoleh modal usaha adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai salah satu bank yang ditunjuk untuk menyalurkan KUR, menyediakan berbagai jenis pinjaman dengan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Terdapat tiga jenis KUR BRI, yaitu KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil, yang masing-masing memiliki karakteristik, target penerima, serta manfaat yang berbeda. Memahami perbedaan antara ketiga jenis KUR ini akan membantu calon debitur memilih produk pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil, perbedaan utama di antara ketiganya, serta keuntungan yang bisa diperoleh oleh pelaku usaha dari program ini.
1. Jenis-Jenis KUR BRI dan Kriteria Penerimanya
BRI menawarkan tiga kategori utama KUR yang dirancang untuk menjangkau berbagai skala usaha, mulai dari yang baru merintis hingga yang sudah berkembang.
A. KUR Super Mikro BRI
KUR Super Mikro adalah program pembiayaan yang ditujukan bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnisnya. Kredit ini menjadi solusi bagi mereka yang belum memiliki akses ke perbankan atau belum memiliki riwayat kredit sebelumnya.
Karakteristik KUR Super Mikro:
- Plafon pinjaman maksimal Rp10 juta.
- Tanpa agunan tambahan, hanya usaha yang dijalankan sebagai jaminan.
- Suku bunga ringan 3% per tahun untuk periode tertentu.
- Prioritas diberikan kepada pekerja terkena PHK yang ingin memulai usaha.
KUR Super Mikro sangat cocok bagi pelaku usaha pemula yang membutuhkan modal kecil untuk mengembangkan bisnis mereka tanpa terbebani oleh syarat yang rumit.
B. KUR Mikro BRI
KUR Mikro adalah produk pinjaman yang menyasar pelaku usaha yang sudah berjalan tetapi masih dalam skala kecil.
Karakteristik KUR Mikro:
- Plafon pinjaman maksimal Rp50 juta.
- Tanpa agunan tambahan, cukup dengan usaha yang berjalan sebagai jaminan.
- Suku bunga 6% per tahun.
- Usaha minimal 6 bulan berjalan dan memiliki bukti transaksi usaha.
KUR Mikro BRI cocok bagi UMKM yang ingin memperluas usaha dengan tambahan modal kerja atau investasi.
C. KUR Kecil BRI
KUR Kecil ditujukan bagi pelaku usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi.
Karakteristik KUR Kecil:
- Plafon pinjaman antara Rp50 juta hingga Rp500 juta.
- Membutuhkan agunan tambahan, seperti aset usaha atau kendaraan.
- Suku bunga tetap 6% per tahun.
- Usaha harus sudah berjalan minimal 6 bulan dan memiliki legalitas usaha yang jelas.
KUR Kecil BRI sangat cocok bagi pelaku usaha yang ingin memperbesar skala bisnisnya dengan investasi yang lebih besar.
2. Perbedaan KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil BRI
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah perbandingan antara ketiga jenis KUR BRI berdasarkan beberapa aspek utama:
A. Plafon Pinjaman
- KUR Super Mikro: Maksimal Rp10 juta.
- KUR Mikro: Antara Rp10 juta hingga Rp50 juta.
- KUR Kecil: Antara Rp50 juta hingga Rp500 juta.
B. Persyaratan Agunan
- KUR Super Mikro: Tidak memerlukan agunan tambahan.
- KUR Mikro: Tidak memerlukan agunan tambahan.
- KUR Kecil: Membutuhkan agunan tambahan.
C. Target Penerima
- KUR Super Mikro: Pelaku usaha pemula dan pekerja terkena PHK yang ingin berwirausaha.
- KUR Mikro: UMKM yang sudah berjalan minimal 6 bulan.
- KUR Kecil: UMKM yang sudah berkembang dengan skala lebih besar.
D. Suku Bunga
- KUR Super Mikro: 3% per tahun (untuk periode tertentu).
- KUR Mikro: 6% per tahun.
- KUR Kecil: 6% per tahun.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap jenis KUR BRI dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing pelaku usaha.
3. Manfaat KUR BRI bagi UMKM
Program KUR BRI memberikan berbagai manfaat yang dapat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, antara lain:
A. Akses Modal dengan Bunga Rendah
Dibandingkan dengan kredit komersial lainnya, KUR BRI menawarkan suku bunga yang jauh lebih ringan, sehingga tidak membebani pelaku usaha dalam proses pelunasan pinjaman.
B. Persyaratan Mudah dan Proses Cepat
Pelaku usaha tidak perlu memberikan agunan tambahan untuk KUR Super Mikro dan Mikro, sehingga akses pembiayaan menjadi lebih inklusif bagi UMKM.
C. Meningkatkan Skala Usaha
Dengan tambahan modal yang diberikan oleh KUR, UMKM dapat meningkatkan produksi, memperluas pasar, serta memperbaiki sistem operasional bisnisnya.
D. Mendorong Wirausaha Baru
Bagi mereka yang baru merintis usaha, KUR Super Mikro menjadi peluang besar untuk mendapatkan modal awal tanpa perlu mengkhawatirkan persyaratan yang rumit.
4. Cara Mengajukan KUR BRI
Calon debitur dapat mengajukan KUR BRI dengan dua cara, yaitu secara langsung melalui kantor cabang BRI atau melalui sistem online.
A. Pengajuan Langsung ke Kantor Cabang BRI
- Datang ke kantor cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen persyaratan.
- Mengisi formulir pengajuan KUR.
- Menyerahkan dokumen usaha untuk verifikasi oleh petugas bank.
- Jika disetujui, bank akan mencairkan dana sesuai plafon pinjaman.
B. Pengajuan Online melalui Website Resmi BRI
- Kunjungi https://kur.bri.co.id/ dan pilih menu pengajuan KUR.
- Buat akun atau login ke sistem.
- Lengkapi formulir pengajuan dan unggah dokumen pendukung.
- Tunggu proses verifikasi dari pihak BRI.
Dengan proses yang lebih cepat dan mudah, UMKM dapat segera memperoleh akses pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka.
KUR BRI hadir sebagai solusi pembiayaan bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha dengan skema kredit yang ringan dan mudah diakses. Dengan tiga kategori utama, yaitu KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil, pelaku usaha dapat memilih jenis kredit yang paling sesuai dengan skala dan kebutuhan bisnis mereka.
Dengan suku bunga rendah, proses pengajuan yang sederhana, serta tanpa agunan tambahan untuk pinjaman tertentu, KUR BRI menjadi pilihan terbaik bagi UMKM yang ingin berkembang lebih cepat dan lebih stabil di tengah tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
















