Mengenal Sejarah Istana Maimoon Medan, Warisan Kesultanan Deli Sejak 1888
Sejarah Istana Maimoon Medan bermula dari kejayaan Kesultanan Deli pada masa lampau. Jika kamu berkunjung ke Sumatera Utara, bangunan megah berwarna kuning ini pasti akan langsung menarik perhatianmu. Istana ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol kebesaran budaya Melayu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Asal-Usul dan Pembangunan Istana Maimoon
Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, yang merupakan Sultan Deli ke-9, memprakarsai pembangunan istana ini pada tahun 1888. Beliau menggandeng arsitek asal Belanda, Theodoor van Erp, untuk merancang bangunan tersebut. Proses pembangunan ini memakan waktu sekitar tiga tahun dan selesai pada tahun 1891.
Meskipun sudah berusia lebih dari satu abad, Sejarah Istana Maimoon Medan tetap terjaga melalui perawatan fisik bangunan yang baik. Sultan membangun tempat ini sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal keluarga kerajaan. Hingga kini, Kesultanan Deli masih mewariskan istana ini sebagai identitas penting bagi warga Kota Medan.
Arsitektur yang Unik dan Memikat
Salah satu daya tarik dalam Sejarah Istana Maimoon Medan adalah perpaduan arsitekturnya yang sangat kaya. Istana ini menggabungkan gaya Melayu Deli, Islam, dan Eropa secara harmonis. Selain itu, kamu bisa melihat pengaruh desain Spanyol dan Italia pada beberapa bagian interiornya.
Warna kuning yang mendominasi bangunan melambangkan warna kebesaran suku Melayu. Di sisi lain, kamu akan menemukan “Makuta Istana” atau mahkota surya yang khas dan penuh warna. Makuta ini mencerminkan kebesaran kerajaan melalui perpaduan warna cerah dan emas yang sangat indah.
Aktivitas Seru dilakukan di Istana Maimoon
Saat mengunjungi lokasi Sejarah Istana Maimoon Medan, kamu tidak hanya sekadar melihat bangunan. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa kamu coba:
Tur Sejarah dan Budaya
Kamu bisa menelusuri kisah Kesultanan Deli dan melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah.
Berbusana Adat Melayu
Pengelola menyediakan penyewaan pakaian adat. Kamu bisa berfoto layaknya bangsawan Melayu dan mempelajari filosofi di balik pakaian tersebut.
Menyaksikan Festival Budaya
Pada waktu tertentu, istana sering mengadakan gelaran seni dan budaya Melayu yang meriah.
Berburu Suvenir
Kamu bisa membeli cendera mata khas Medan dan Melayu sebagai kenang-kenangan.
Jelajah Kawasan Heritage
Selain istana, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Raya Al Mashun yang letaknya tidak jauh dari sana.
Perkiraan Biaya Berkunjung Istana Maimoon
Menelusuri Sejarah Istana Maimoon Medan tidak membutuhkan biaya mahal. Tiket masuk berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000. Selain itu, penyewaan busana adat biasanya sekitar Rp100.000. Oleh karena itu, istana ini cocok dijadikan destinasi wisata edukatif dengan anggaran terjangkau.















