Mengenal Sejarah Medan: Destinasi Wisata Bersejarah Untuk Anak Sekolah
Medan, sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, menyimpan kekayaan sejarah yang menarik. Selain sebagai pusat perdagangan masa lampau, kota ini juga menjadi saksi perkembangan budaya dan arsitektur berbagai era. Anak-anak sekolah bisa merasakan sensasi “time travel” dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah
Sejarah Singkat Kota Medan
Dahulu, kawasan Medan dikenal dengan nama Tanah Deli. Wilayah ini pada awalnya berupa rawa-rawa dan hutan lebat yang menjadi tempat tinggal masyarakat Karo serta pendatang dari Semenanjung Malaya. Pembangunan di kawasan ini dimulai ketika Guru Patimpus mendirikan pemukiman pertama di pertemuan antara Sungai Deli dan Sungai Babura sekitar tahun 1590.
Pertumbuhan pesat Medan terjadi ketika Belanda membuka perkebunan tembakau di Deli pada tahun 1863. Sejak saat itu, Medan berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di Sumatra Utara. Pada tahun 1918, Sultan Deli secara resmi menyerahkan wilayah Medan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda, menjadikannya kota praja pertama dengan Baron Daniel Mac Kay sebagai walikota.
Nama “Medan” diambil dari kata Tamil “Maidhan” atau “Maidhanam”, yang artinya tanah lapang atau area terbuka. Dalam bahasa Melayu, kata Medan juga memiliki makna tempat berkumpul. Hal ini sesuai dengan peran Medan sebagai tempat pertemuan berbagai suku dan budaya sejak dulu, menciptakan identitas multikultural yang kental hingga sekarang.
Destinasi Wisata Bersejarah di Medan yang Cocok untuk Anak Sekolah
Istana Maimun
Istana Maimun adalah ikon sejarah Medan yang erat kaitannya dengan Kesultanan Deli. Dibangun pada tahun 1888, arsitekturnya memadukan unsur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa. Anak-anak dapat belajar tentang sejarah kerajaan, melihat koleksi benda pusaka, dan mengenal budaya Melayu secara langsung.
Masjid Raya Al Mashun
Masjid Raya Al Mashun merupakan salah satu masjid tertua di Medan. Bangunan ini berdiri megah dengan desain arsitektur yang unik, menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Sumatera Utara. Selain beribadah, siswa bisa mempelajari sejarah dan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Medan.
Tjong A Fie Mansion
Tjong A Fie Mansion adalah rumah besar milik saudagar Tionghoa berpengaruh di Medan. Bangunan ini menyimpan banyak cerita tentang peran komunitas Tionghoa dalam perkembangan kota. Siswa dapat melihat koleksi antik, foto-foto sejarah, dan mengenal lebih dekat kehidupan sosial masyarakat Medan tempo dulu.
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Museum ini menawarkan pengalaman edukasi yang lengkap. Koleksi artefaknya mencakup sejarah peradaban Batak, seni tradisional, hingga flora dan fauna khas Sumatera Utara. Anak sekolah bisa belajar sejarah lokal sekaligus memahami kekayaan budaya daerah.
Museum Perkebunan Indonesia
Museum ini mengajak pengunjung menelusuri sejarah dunia perkebunan di Indonesia, dari masa kolonial hingga modern. Anak-anak dapat melihat alat-alat perkebunan kuno, foto-foto dokumentasi, dan memahami pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan bangsa
Medan adalah kota yang kaya akan sejarah dan budaya. Destinasi wisata bersejarah di Medan sangat cocok untuk anak sekolah karena menawarkan pembelajaran langsung yang inspiratif. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengajak siswa menjelajahi jejak sejarah Medan.

















