Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengurai Masalah Data Penerima Bansos Mengapa Banyak yang Tak Tepat Sasaran?

Rudy Chandra by Rudy Chandra
26 Desember 2025
in Artikel, Bansos, Info, Informasi
0
Data Bansos bermasalah Mengapa Banyak yang Tak Tepat Sasaran

Data Bansos bermasalah Mengapa Banyak yang Tak Tepat Sasaran

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mengurai Masalah Data Penerima Bansos Mengapa Banyak yang Tak Tepat Sasaran?

Data bantuan sosial (bansos) merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk melindungi masyarakat rentan dari tekanan ekonomi—mulai dari kemiskinan, krisis ekonomi, hingga dampak bencana. Namun, di tengah besarnya manfaat yang diharapkan, masalah klasik terus muncul: bantuan yang tidak tepat sasaran.

Tidak sedikit masyarakat yang seharusnya tidak berhak justru menerima, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terlewat.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Masalah data penerima bansos ternyata jauh lebih kompleks dibanding yang terlihat di permukaan.

Baca juga: Cara Cek Bansos Kemensos Desember, Pastikan Namamu Terdaftar



1. Basis Data Bansos yang Belum Selaras

Salah satu penyebab utama ketidaktepatan sasaran adalah ketidaksinkronan data antar lembaga. Data penerima bansos biasanya bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, perubahan kondisi ekonomi masyarakat sering kali tidak terekam secara cepat—misalnya ketika seseorang yang dulu miskin kini sudah lebih sejahtera, atau sebaliknya.

Selain itu, perbedaan standar pendataan di tingkat desa, kelurahan, dan pusat membuat validasi data tidak berjalan optimal. Akibatnya, data lama tetap dipakai, meski kondisinya sudah berubah.




2. Perubahan Kondisi Ekonomi yang Dinamis

Status ekonomi masyarakat sangat dinamis. Orang yang sebelumnya bekerja bisa kehilangan penghasilan, sementara yang dulunya tidak mampu bisa saja bangkit secara ekonomi. Jika pemutakhiran data tidak dilakukan secara berkala, maka data akan tertinggal dari realita.

Di lapangan, proses pemutakhiran ini sering terhambat karena:

  • kurangnya sumber daya petugas,

  • keterbatasan teknologi,

  • minimnya pelaporan dari masyarakat.

Akhirnya, mereka yang baru jatuh miskin tidak langsung masuk daftar penerima, sementara yang sudah mampu tetap tercatat.




3. Masalah Administrasi dan Dokumen

Banyak masyarakat miskin yang mengalami hambatan administratif, seperti:

  • tidak memiliki KTP,

  • alamat tidak sesuai domisili,

  • anggota keluarga belum terdaftar.

Padahal, dokumen kependudukan merupakan syarat utama untuk masuk ke data bansos. Kondisi ini membuat kelompok paling rentan justru tidak terjangkau bantuan, sementara mereka yang lebih tertib administrasi lebih mudah terdata.




4. Potensi Praktik Tidak Adil di Lapangan

Dalam beberapa kasus, proses pendataan di tingkat lokal bisa dipengaruhi berbagai faktor, misalnya:

  • kedekatan dengan aparat setempat,

  • tekanan sosial,

  • kepentingan politik.

Ini menyebabkan seleksi penerima bansos tidak murni berbasis kondisi ekonomi, tetapi juga faktor hubungan personal. Walau tidak selalu terjadi, kasus data seperti ini menambah daftar penyebab ketidaktepatan sasaran.




5. Minimnya Literasi Digital dan Akses Teknologi

Kini, banyak proses pengecekan bansos dilakukan secara online. Namun, tidak semua masyarakat—terutama di daerah terpencil—memiliki akses internet atau pemahaman teknologi. Akibatnya, mereka tidak bisa:

  • mengecek status penerima,

  • melaporkan ketidaksesuaian data bansos,

  • melakukan pengajuan ulang.

Sementara itu, pihak yang lebih melek teknologi lebih mudah memanfaatkan sistem, termasuk untuk pengajuan yang sebenarnya tidak berhak.




6. Ketidaksesuaian Kriteria dengan Kondisi Lapangan

Kriteria penerima bansos sering ditentukan berdasarkan indikator tertentu seperti:

  • pendapatan.

  • kepemilikan aset.

  • kondisi rumah.

Namun, indikator ini tidak selalu mencerminkan kondisi nyata. Misalnya, ada keluarga yang tampak memiliki rumah permanen, tetapi sebenarnya terlilit utang atau tidak punya penghasilan tetap. Sebaliknya, ada pula yang berpenghasilan cukup tetapi masih tercatat sebagai keluarga miskin karena belum memperbarui data.




Dampak Ketidaktepatan Sasaran Data Bansos

Masalah data bansos bukan sekadar isu teknis—dampaknya nyata bagi masyarakat:

  • Meningkatkan kecemburuan sosial antarwarga.

  • Mengurangi kepercayaan kepada pemerintah, karena bantuan dianggap tidak adil.

  • Melemahkan fungsi bansos sebagai jaring pengaman sosial.

  • Menyebabkan pemborosan anggaran, karena dana tidak tersalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa memperburuk masalah kemiskinan yang seharusnya ingin diatasi oleh bansos itu sendiri.




Upaya Perbaikan: Apa yang Sudah dan Bisa Dilakukan?

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan yang menyeluruh, antara lain:

1. Pemutakhiran Data Bansos Secara Berkala

Pendataan harus dilakukan rutin dengan melibatkan aparat desa, RT/RW, dan masyarakat. Teknologi digital dapat membantu agar data lebih akurat dan cepat diperbarui.

2. Integrasi Data Antar Lembaga

Sistem yang terhubung antara kementerian, dinas daerah, dan lembaga kependudukan akan mengurangi data ganda dan ketidaksinkronan.

3. Transparansi dan Pelibatan Publik

Masyarakat perlu diberikan akses untuk:

  • mengecek status,

  • melaporkan ketidaktepatan,

  • ikut mengawasi proses penyaluran.

Semakin terbuka prosesnya, semakin kecil peluang penyalahgunaan.

4. Mempermudah Akses Administrasi

Pemerintah perlu memastikan semua warga mudah mendapatkan dokumen kependudukan agar mereka tidak terhalang secara administratif untuk menerima bantuan.

5. Peningkatan Literasi Digital

Program pendampingan teknologi sangat membantu warga, terutama lansia dan masyarakat di daerah terpencil.




Kesimpulan

Masalah data penerima bansos yang tidak tepat sasaran bukanlah persoalan sederhana. Ia menyangkut sistem pendataan, administrasi, teknologi, bahkan keadilan sosial. Namun, dengan komitmen untuk memperbaiki data secara transparan, akurat, dan inklusif, bansos dapat benar-benar menjadi jaring pengaman bagi mereka yang paling membutuhkan.Data bantuan sosial (bansos) merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk melindungi masyarakat rentan dari tekanan ekonomi

Tags: Bansosbansos 2025bantuan sosialberita bansos hari iniinfo bansos

Related Posts

Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
Tak Ada Pendaftaran dan Titipan, Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Berbasis Penjangkauan
Berita

Sekolah Rakyat Fokus Life Skills, Lulusan Diakui Negara dan Bisa Lanjut ke SMA Umum

1 Februari 2026
Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Percontohan, Sasar Anak dari Keluarga Paling Rentan
Berita

Mensos Dorong Kemandirian KPM, Bansos Tak Boleh Jadi Ketergantungan

1 Februari 2026
Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi
Berita

Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi

1 Februari 2026
Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Berita

Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

1 Februari 2026
ChatGPT Kini Bisa Prediksi Usia demi Lindungi Anak
Artikel

Google Dorong Transformasi Search dengan Gemini 3, Tantang Dominasi ChatGPT

30 Januari 2026
Next Post
Tata Cara Mengurus Jenazah dari Memandikan hingga Menguburkan

Tata Cara Mengurus Jenazah dari Memandikan hingga Menguburkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Medan, Wajib Pajak Bisa Hemat Lebih Banyak

Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Medan, Wajib Pajak Bisa Hemat Lebih Banyak

3 Oktober 2025
Tundukan Venezuela, Argentina ke Semifinal

Tundukan Venezuela, Argentina ke Semifinal

29 Juni 2019
Info Bansos Cair Sebelum Idul Fitri 2025

Info Bansos Cair Sebelum Idul Fitri 2025

20 Maret 2025
replanting-sawit

PTPN IV Replanting Sawit 11.096 Hektare

19 Oktober 2016

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.