77 Ribu Keluarga Miskin Berhasil Mandiri di Tahun Pertama
Menteri Sosial mengungkapkan bahwa sebanyak 77 ribu keluarga miskin berhasil keluar dari ketergantungan bantuan sosial dan kini telah mandiri secara ekonomi. Pemerintah mencatat capaian awal yang signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil sinergi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan yang lebih terarah dan berbasis data. Transformasi dari penerima bantuan menjadi keluarga produktif menjadi indikator penting perubahan pendekatan kebijakan sosial pemerintah.
Tak hanya menyalurkan bantuan, negara kini mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat rentan. Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan nasional sekaligus memastikan 77 Ribu Keluarga Miskin Mendapatkan bantuan sosial lebih tepat sasaran dan berkelanjutan ke depan.
Baca Juga : Panduan Praktis Agar Bansos Tetap Cair di Januari 2026
Capaian Awal Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah mencatat hasil positif dalam agenda pengentasan kemiskinan nasional pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menteri Sosial mengungkapkan bahwa sebanyak 77 ribu keluarga miskin berhasil keluar dari ketergantungan bantuan sosial dan kini dinyatakan mandiri secara ekonomi.
Capaian ini menjadi indikator awal perubahan pendekatan kebijakan sosial pemerintah yang tidak lagi berfokus semata pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat miskin.
Strategi Graduasi dari Bantuan Sosial
Mensos menjelaskan, keberhasilan penyaluran ke 77 ribu keluarga miskin tersebut tidak lepas dari strategi graduasi bantuan sosial yang diterapkan secara bertahap. Melalui program bantuan usaha produktif, pelatihan keterampilan, pendampingan kewirausahaan, serta akses permodalan, keluarga penerima manfaat didorong untuk memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Bantuan sosial harus menjadi jembatan menuju kemandirian, bukan ketergantungan,” tegas Mensos. Pendamping sosial berperan penting dalam memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
Validasi Data dan Penyaluran Tepat Sasaran Ke 77 Ribu Keluarga Miskin
Selain pemberdayaan, pemerintah juga memperkuat validasi data penerima bantuan sosial. Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dilakukan secara berkala untuk memastikan bansos tepat sasaran dan mencegah penerima yang sudah mampu tetap menerima bantuan.
Keluarga yang dinyatakan mandiri telah melalui proses verifikasi lapangan dan memenuhi indikator, seperti memiliki penghasilan tetap, usaha yang berjalan, atau kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.
Sinergi Lintas Sektor
Mensos menekankan bahwa keberhasilan pengentasan 77 Ribu Keluarga kemiskinan tidak dapat dicapai oleh satu kementerian saja. Kolaborasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberlanjutan program.
Sinergi ini mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan akses pendidikan, serta pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Target dan Harapan ke Depan
Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah keluarga yang dapat “lulus” dari program bantuan sosial setiap tahunnya. Pemerintahan Prabowo–Gibran optimistis pendekatan berbasis pemberdayaan akan memberikan dampak jangka panjang bagi penurunan angka kemiskinan nasional.
Kesimpulan
Capaian 77 ribu keluarga miskin yang berhasil mandiri di tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan bahwa pendekatan bantuan sosial berbasis pemberdayaan mulai membuahkan hasil.

















