Gunungsitoli – Seorang pengunjung Celia Mart di Jalan Sirao Kota Gunungsitoli dituduh mencuri usai belanja. Namun, tuduhan tidak terbukti tapi pemilik usaha enggan mengklarifikasi tuduhan tersebut.
Pemilik usaha diduga gunakan jasa oknum Polisi Militer (PM) SUB DENPOM 1/2-5 Nias untuk membackup.
Peristiwa bermula saat NT (38) belanja barang di Celia Mart pada hari jumat (9/11) Sore, usai melakukan pembayaran atas barang belanjaannya di kasir malah dituduh telah mencuri.
“Saya terkejut saat dipanggil oleh salah seorang karyawati Celia market berinisial MM, waktu itu saya sedang menunggu suami saya menjemput, saya dibujuk kembali kedalam toko lalu saya di interogasi dan saya dituduh telah mencuri barang, lalu menggeledah tas yang saya bawa, karena barang mereka maksud tidak ada, kantongan plastik berisi barang belanjaan yang saya simpan diatas tumpukan beras di depan tempat saya menunggu tadi juga digeledah, sementara saya berada dalam toko, dan barang yang mereka cari itu tidak ada” ujar NT kepada wartawan, (12/11).
Diterangkan NT, sesaat setelah kejadian, dua orang oknum polisi milter datang di tempat kejadian (Celia Market) dengan mengendarai mobil dinas berwarna putih bertuliskan PM pada pintu mobil.
“Saya cukup terkejut dengan kedatangan dua orang oknum anggota PM, lalu salah seorang dari mereka (oknum PM) meminta saya menjelaskan kronologis kejadian, usai saya ceritakan, oknum PM tersebut menyarankan saya untuk tidak memperpanjang masalah tersebut, dan meminta untuk tidak membawa-bawa wartawan” papar NT kepada wartawan.
Salah seorang oknum anggota PM (S) yang dikonfirnasi wartawan via seluler, (11/11) terkait Kedatangannya di Celia Mart usai kejadian dan meminta NT untuk tidak memperpanjang persoalan dan tidak membawa wartawan, tidak merespon.
Wartawan yang hendak melakukan konfirmasi kepada Dan Sub Den Pom 1/2-5 Nias di Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (12/11), tentang kedatangan dua orang oknum diduga Anggotanya, yang diduga datang untuk membackup pemilik usaha atas kejadian di Celia Mart tersebut, kata salah seorang anggotanya, ” Komandan Sedang kurang enak badan”.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik usaha belum berhasil ditemui wartawan untuk dimintai klarifikasi atas peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/11) lalu, nomor Hp pemilik usaha pun saat diminta kepada karyawannya tidak memberikan dengan alasan tidak tahu karena para karyawan tidak dibolehkan membawa Hp saat bekerja.(az).















