Pemko Medan Bantu Warga Lewat Program Tebus Ijazah dan Peningkatan Akses Kerja
Pemerintah Kota Medan menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan meluncurkan program “Tebus Ijazah”, sebuah kebijakan yang ditujukan untuk membantu siswa-siswi yang belum bisa mengambil ijazah mereka akibat kendala biaya. Kebijakan ini digagas oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Syaiful Ramadhan.
Syaiful menyebut program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Ia menilai banyak keluarga yang terpaksa menunda pengambilan ijazah anak-anaknya karena terbentur masalah finansial.
“Langkah ini patut diapresiasi. Banyak siswa kita yang tidak bisa melanjutkan pendidikan atau mencari kerja karena ijazah mereka tertahan. Program ini bisa menjadi solusi,” ucap Syaiful, yang juga merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan.
Ia menambahkan bahwa program ini idealnya juga menjangkau tingkat SMA/SMK, meskipun berada di bawah naungan pemerintah provinsi. Dengan koordinasi yang baik, Pemko Medan diyakini bisa mendorong kebijakan serupa di tingkat yang lebih tinggi.
Warga Belawan Suarakan Masalah Pengangguran
Dalam kegiatan Sapa Warga dan gotong royong di Kelurahan Belawan Bahari, Sabtu (21/6/2025), Wali Kota Rico Waas juga mendengar langsung aspirasi warga, salah satunya terkait sulitnya pemuda lokal mendapatkan pekerjaan. Padahal, wilayah Belawan merupakan kawasan industri dengan banyak perusahaan.
“Banyak perusahaan ada di sini, tapi kenapa anak-anak Belawan susah dapat kerja?” ungkap Dewati Siregar, warga setempat.
Menanggapi hal ini, Wali Kota menegaskan pentingnya keterlibatan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal. Ia juga mengatakan bahwa Pemko Medan siap memfasilitasi pelatihan kerja melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) agar masyarakat memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.
“Kami akan bantu pelatihan keterampilan. Perusahaan juga harus membuka peluang lebih luas untuk warga sekitar,” ujar Rico.
Masalah Lingkungan dan Infrastruktur Juga Jadi Sorotan
Warga juga menyampaikan keluhan lainnya seperti banjir, pencemaran limbah, serta keterbatasan lahan pemakaman. Wali Kota langsung menginstruksikan dinas terkait untuk menangani semua laporan secara cepat dan tuntas.
Rico menilai bahwa Belawan adalah daerah strategis, namun menghadapi berbagai persoalan yang cukup kompleks. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya perhatian dan penanganan yang lebih intensif dari pemerintah.
“Belawan punya tantangan tersendiri. Kita akan lebih rutin turun ke sini untuk memastikan semua persoalan ditangani,” tegasnya.
Harapan untuk Masa Depan Kota Medan
Dengan kebijakan tebus ijazah dan peningkatan akses pelatihan kerja, Pemko Medan memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Inisiatif ini bukan hanya meringankan beban keluarga kurang mampu, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak Medan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjadi program unggulan daerah dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, terutama dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
















