Pemprov Sumut Gandeng Kampus Lawan Judi Online, Ajak Mahasiswa
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) semakin serius dalam memberantas praktik judi online yang meresahkan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, Pemprov Sumut berupaya mengedukasi mahasiswa agar menjadi agen perubahan dalam kampanye anti-judi online.
Dampak Buruk Judi Online bagi Mahasiswa
Mahasiswa yang terlibat dalam judi online berisiko kehilangan dana sehari-hari dan bahkan bisa terjebak dalam hutang. Hal ini dapat mengganggu kestabilan finansial mereka dan juga keluarganya.
Ketergantungan pada judi online dapat menyebabkan keterasingan sosial, tekanan mental, dan masalah psikologis lainnya. Hubungan sosial mahasiswa akan terganggu, yang berakibat pada menurunnya produktivitas dalam studi dan kegiatan sosial.
Konsentrasi pada pembelajaran mahasiswa terganggu karena kecanduan judi online. Hasil akademis pun bisa menurun dan waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar terbuang dengan percuma.
Pemprov Sumut Gandeng Kampus untuk Kampanye Literasi Digital
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menggandeng seluruh kampus di Sumatera Utara untuk mengkampanyekan literasi digital. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya judi online di kalangan mahasiswa.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumut, Porman Mahulae, menekankan bahwa judi online tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menghancurkan masa depan anak muda. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan memilah informasi dan menghindari jeratan judi online.
Pemprov Sumut sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi maupun organisasi kemahasiswaan untuk terus menyuarakan bahaya judi online. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye dan memberikan dampak yang lebih signifika
Dukungan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut, Rahmat Taufiq, menyambut baik inisiatif Pemprov Sumut. Ia berharap agar pemerintah lebih melibatkan pemuda dan mahasiswa dalam berbagai upaya kampanye dan sosialisasi bahaya judi online.
Menurut Rahmat, peran pemuda sangat strategis dalam menyampaikan pesan moral kepada masyarakat luas, terutama melalui media sosial dan aktivitas komunitas. Oleh karena itu, IMM Sumut siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi judi online.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Sulidar, mengingatkan pentingnya mempererat iman dan ketakwaan sebagai benteng terhadap pengaruh negatif judi online. Ia mengajak semua pemuda untuk kembali kepada nilai-nilai agama dan moral yang kuat agar tidak mudah terjerumus dalam praktik yang merugikan tersebut

















