Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Pengertian, Jenis dan Dampak Inflasi Bagi Perekonomian

Maksum Rangkuti by Maksum Rangkuti
30 November 2025
in Artikel, Ekonomi, Info
0
Pengertian, Jenis dan Dampak Inflasi Bagi Perekonomian

Pengertian, Jenis dan Dampak Inflasi Bagi Perekonomian

189
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengertian, Jenis dan Dampak Inflasi Bagi Perekonomian

Inflasi merupakan salah satu fenomena ekonomi yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian suatu negara. Secara sederhana, inflasi merujuk pada peningkatan harga barang dan jasa dalam jangka waktu yang panjang. Kenaikan harga ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta kestabilan ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memahami inflasi agar dapat mengambil langkah ekonomi yang tepat.



Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kondisi ekonomi di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan berlangsung secara terus-menerus. Ketika inflasi terjadi, nilai uang menurun, sehingga daya beli masyarakat berkurang. Ini berarti bahwa dengan jumlah uang yang sama, seseorang tidak dapat membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya. Inflasi tidak terjadi hanya karena harga satu atau dua barang meningkat, namun jika harga barang secara keseluruhan ikut naik, maka dapat dikategorikan sebagai inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk mengukur tingkat inflasi, yang dihitung berdasarkan survei harga barang dan jasa yang menggambarkan pola konsumsi masyarakat. IHK ini mencakup 11 kelompok pengeluaran, seperti makanan, minuman, transportasi, hingga layanan kesehatan.



Jenis-Jenis Inflasi

Inflasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya, antara lain:

  • Berdasarkan Penyebabnya

    • Demand-Pull Inflation (Inflasi Tarik Permintaan)
      Jenis inflasi ini terjadi ketika daya beli masyarakat meningkat pesat, namun produksi barang dan jasa tidak dapat mengikuti laju permintaan. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.
    • Cost-Push Inflation (Inflasi Dorong Biaya)
      Inflasi ini terjadi ketika harga bahan baku, energi, atau upah pekerja meningkat. Untuk mempertahankan margin keuntungan, produsen cenderung menaikkan harga jual produk mereka, yang akhirnya mendorong inflasi.
  • Berdasarkan Tingkat Keparahannya

    • Inflasi Ringan (Creeping Inflation)
      Inflasi yang meningkat kurang dari 10% per tahun. Inflasi jenis ini umumnya masih dapat dikendalikan dan tidak terlalu mengganggu stabilitas ekonomi.
    • Inflasi Sedang (Walking Inflation)
      Kenaikan harga berada di kisaran 10-30% per tahun. Inflasi ini mulai mempengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan, meskipun masih dapat dikelola.
    • Inflasi Berat (Galloping Inflation)
      Inflasi jenis ini memiliki tingkat kenaikan harga yang mencapai 30-100% per tahun. Inflasi berat sangat meresahkan dan dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial.
    • Hiperinflasi
      Merupakan tingkat inflasi yang sangat ekstrem, di mana harga barang naik lebih dari 100% per tahun. Pada tahap ini, nilai uang hampir hilang, dan sistem ekonomi negara sangat terancam.




Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Permintaan yang Meningkat (Demand-Pull Inflation)
    Ketika daya beli masyarakat meningkat pesat namun produksi barang dan jasa tidak mampu mengimbangi permintaan yang tinggi, harga barang dan jasa akan naik, menyebabkan inflasi.
  • Kenaikan Biaya Produksi (Cost-Push Inflation)
    Inflasi terjadi ketika harga bahan baku, energi, atau upah pekerja meningkat. Untuk mempertahankan keuntungan, produsen akan menaikkan harga jual produk mereka, yang menyebabkan inflasi.
  • Kebijakan Moneter yang Longgar
    Jika bank sentral mengeluarkan lebih banyak uang ke pasar, maka akan ada peningkatan jumlah uang beredar yang dapat memicu inflasi.
  • Ketidakseimbangan Pasar
    Ketika pasokan barang terbatas dan permintaan tinggi, seperti pada barang-barang langka atau strategis, harga barang tersebut akan meningkat, yang dapat menyebabkan inflasi.
  • Ekspektasi Inflasi
    Jika masyarakat dan pelaku pasar mengharapkan kenaikan harga di masa depan, mereka mungkin akan mulai membeli barang lebih banyak sekarang, yang akan meningkatkan permintaan dan harga barang, akhirnya menyebabkan inflasi.




Dampak Inflasi

Inflasi memiliki dampak positif maupun negatif terhadap perekonomian. Dampak negatifnya lebih dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan tetap, sedangkan dampak positif dapat dirasakan oleh sektor tertentu seperti investasi dan produksi.

  • Dampak Negatif Inflasi

    1. Penurunan Daya Beli
      Kenaikan harga barang dan jasa menyebabkan masyarakat tidak dapat membeli barang sebanyak sebelumnya dengan jumlah uang yang sama. Hal ini lebih terasa pada masyarakat dengan pendapatan tetap, seperti pensiunan dan pekerja bergaji rendah.
    2. Penurunan Nilai Tabungan
      Inflasi yang lebih tinggi dari suku bunga tabungan menyebabkan uang yang disimpan di bank kehilangan nilainya. Hal ini membuat tabungan tidak lagi memiliki daya beli yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.
    3. Ketidakpastian Ekonomi
      Inflasi yang tinggi dan tidak terprediksi membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi lebih sulit, baik bagi individu maupun perusahaan.
    4. Ketimpangan Sosial
      Inflasi cenderung lebih dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah karena sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok yang harganya terus naik.
  • Dampak Positif Inflasi

    1. Mendorong Investasi
      Jika inflasi stabil, maka orang cenderung lebih memilih untuk berinvestasi daripada menyimpan uang dalam bentuk tunai yang nilainya terus menurun. Hal ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
    2. Meningkatkan Produksi
      Kenaikan harga barang dan jasa dapat mendorong produsen untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, demi memenuhi permintaan yang semakin tinggi.
    3. Mengurangi Beban Utang
      Inflasi dapat mengurangi beban utang peminjam dengan bunga tetap, karena nilai uang yang dibayar kembali lebih rendah dari sebelumnya.




Tags: dampak inflasihiperinflasiinflasiinflasi beratinflasi dorong biayainflasi ringaninflasi sedanginflasi tarik permintaanjenis inflasiKebijakan moneterketimpangan sosialpenyebab inflasiPerekonomian

Related Posts

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Doa di Malam Nisfu Syaban 2026

2 Februari 2026
Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban
Artikel

Banyak Dilakukan Umat Islam, Ini Tujuan Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban

2 Februari 2026
Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui
Artikel

Syarat Puasa dalam Islam: Ketentuan Sah dan Wajib yang Perlu Diketahui

2 Februari 2026
Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah
Artikel

Daftar Harga Baru BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Beberapa Daerah

2 Februari 2026
BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Next Post
Bagaimana Islam Menuntun Kita Menghadapi Musibah Besar

Bagaimana Islam Menuntun Kita Menghadapi Musibah Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Dishub Medan Menyusun Rekayasa Lalu Lintas Selama Penutupan Jalan HM Yamin, Ini Rute Penggantinya

Perbaikan Jembatan di Jalan HM Yamin Medan, Akses Jalan Ditutup Mulai Malam Ini

14 September 2023
Syarat dan Proses Pencairan Insentif Guru Non‑ASN 2025 Bulan Agustus

Syarat dan Proses Pencairan Insentif Guru Non‑ASN 2025 Bulan Agustus

7 Agustus 2025
Ada Kabar Baik dari Bank BRI Tahun 2025, Untuk Nasabah yang Belum Memiliki Rumah

Ada Kabar Baik dari Bank BRI Tahun 2025, Untuk Nasabah yang Belum Memiliki Rumah

22 Februari 2025
Beasiswa LPDP untuk Dalam Negeri dan Luar Negeri: Perbedaan dan Keuntungannya

Beasiswa LPDP untuk Dalam Negeri dan Luar Negeri: Perbedaan dan Keuntungannya

13 Desember 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.