Penyebab dan Cara Mengatasi Data Bansos yang Ditolak, Solusi Buat Anda!
Sudah merasa memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial, tapi data Anda justru ditolak saat pengajuan bansos? Tenang, Anda tidak sendiri. Banyak masyarakat mengalami hal serupa tanpa tahu pasti apa penyebabnya. Padahal, penolakan data bisa terjadi karena berbagai hal teknis maupun administratif yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Sebelum Anda menyerah dan berhenti mencoba, ada baiknya memahami dulu mengapa data bansos bisa ditolak, serta langkah-langkah apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Artikel ini akan mengulas secara jelas dan mudah dipahami seputar penyebab umum penolakan, serta solusi praktis agar data Anda bisa diterima di tahap selanjutnya.
Penyebab Data Bansos Ditolak
Berikut ini beberapa alasan umum yang bisa menjelaskan kenapa seseorang tidak mendapatkan bansos:
Tidak Terdaftar atau Data Tidak Sinkron
Bantuan sosial hanya diberikan kepada warga yang datanya tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jika Anda belum terdaftar di DTKS atau terdapat kesalahan dalam data Anda misalnya NIK yang salah, nama yang tidak sesuai KTP, atau alamat yang tidak lengkap maka sistem otomatis tidak akan memasukkan Anda dalam daftar penerima.
Tidak Memenuhi Kriteria Penerima
Setiap jenis bantuan memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi. Jika Anda tidak masuk dalam kelompok sasaran program tersebut, maka Anda tidak akan tercantum sebagai penerima meskipun merasa membutuhkan.
Dokumen Tidak Lengkap
Beberapa program bansos mensyaratkan dokumen identitas yang valid, seperti KTP, KK, dan NIK yang aktif dan terdaftar di Dukcapil. Jika Anda tidak memiliki dokumen tersebut atau dokumennya bermasalah, pengajuan bantuan bisa otomatis ditolak.
Sudah Terdaftar di Program Bantuan Lain
Pemerintah berusaha mencegah pemberian bantuan ganda. Maka apabila Anda sudah menerima bantuan dari program lain (seperti BLT, BPNT, atau bantuan desa), Anda bisa saja tidak dimasukkan dalam program bansos lain untuk menghindari double penerima.
Gangguan Teknis dalam Penyaluran
Kadang, bansos tidak sampai ke tangan penerima karena beberapa kendala teknis. Misalnya:
- Nomor rekening salah
- Nama tidak sesuai dengan data bank
- Masalah teknis di sistem penyalur, Jika ini terjadi, warga yang seharusnya mendapat bantuan bisa tertunda atau bahkan batal menerima.
Lokasi Sulit Dijangkau
Daerah-daerah yang terpencil atau memiliki infrastruktur terbatas sering kali tidak terdata secara optimal. Keterbatasan akses internet, minimnya petugas lapangan, atau jarak yang jauh bisa menghambat distribusi bantuan ke wilayah tersebut.
Data Disalahgunakan
Dalam beberapa kasus, ada oknum yang menyalahgunakan data orang lain untuk mendapatkan bansos. Ketika terjadi seperti ini, warga yang seharusnya berhak justru tidak terdaftar. Pemerintah secara berkala melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Jika Anda merasa dirugikan, laporkan ke Dinas Sosial setempat.
Tidak Mengikuti Prosedur atau Lupa Verifikasi Ulang
Beberapa program bantuan memerlukan pendaftaran ulang atau proses verifikasi secara berkala. Jika warga tidak mengikuti proses ini atau terlambat mendaftar, maka namanya akan dianggap tidak aktif dan tidak dimasukkan ke daftar penerima.
Cara Mengatasi Data Bansos yang Ditolak
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengajukan usul sanggah terhadap DTKS bansos:
Periksa Data Anda Pada DTKS
Sebelum mengajukan usul sanggah, pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu apakah nama Anda atau keluarga terdaftar dalam DTKS. Anda bisa mengeceknya melalui beberapa cara, yakni Cek secara online melalui website resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id.
Selain itu, Anda dapat datang ke kantor desa atau kelurahan setempat untuk mengecek data yang terdaftar dalam DTKS. Jika Anda atau keluarga tidak terdaftar atau datanya tidak akurat, maka langkah selanjutnya adalah mengajukan usul sanggah.
Periksa Data Yang Anda Buat Hingga Valid
Saat mengajukan usul sanggah, Anda perlu menyiapkan dokumen dan data yang lengkap dan valid, antara lain:
- Kartu Keluarga (KK): Sebagai bukti bahwa Anda benar-benar anggota keluarga yang sah.
- Kartu Tanda Penduduk (KTP): Sebagai identitas pribadi yang sah.
- Bukti Pendukung: Misalnya, surat keterangan tidak mampu dari RT/RW atau perangkat desa jika ada alasan tertentu mengapa Anda layak menerima bansos.
Ajukan Usul Sanggah ke Pihak yang Berwenang
Setelah memeriksa data dan menyiapkan dokumen, Anda dapat mengajukan usul sanggah melalui beberapa cara:
- Melalui Website Resmi: Jika ada platform online yang disediakan pemerintah (misalnya di cekbansos.kemensos.go.id), ikuti langkah-langkah yang ada di website tersebut untuk mengajukan usul sanggah.
- Melalui Kepala Desa atau Lurah: Datang langsung ke kantor desa ataua kelurahan dengan membawa dokumen yang diperlukan. Kepala desa atau lurah akan membantu mengajukan usul sanggah ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu ke Dinas Sosial setempat.
- Melalui Kecamatan: Beberapa daerah juga memberikan kesempatan untuk mengajukan usul sanggah melalui kecamatan, yang nantinya akan diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
Tunggu Proses Verifikasi
Setelah Anda mengajukan usul sanggah, proses verifikasi akan dilakukan oleh pihak yang berwenang. Pemerintah akan memeriksa keabsahan data dan alasan yang Anda ajukan. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung dari banyaknya usul sanggah yang diterima.
Lihat Hasil Usul Sanggah
Jika usul sanggah Anda diterima, data Anda akan diperbarui dalam DTKS dan Anda berhak untuk mendapatkan bansos yang sesuai. Sebaliknya, jika usul sanggah Anda ditolak, Anda akan mendapatkan pemberitahuan beserta alasan penolakan tersebut.
Periksa Status Usul Sanggah Secara Berkala
Anda bisa terus memantau status usul sanggah melalui website resmi atau dengan bertanya kepada pihak desa, kelurahan, atau kecamatan mengenai perkembangan status usul sanggah yang Anda ajukan.
















