Penyebab Inflasi Sumut 2025 Mengalami Kenaikan 5,32 Persen dan Tindakan Pemerintah
Inflasi di Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2025 mencapai tingkat tertinggi di Indonesia, yaitu 5,32 persen secara tahunan pada bulan September. Kenaikan ini menunjukkan pergeseran yang signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Dibawah ini akan membahas alasan di balik lonjakan inflasi Sumut 2025 dan berbagai tindakan yang diambil pemerintah untuk mengendalikannya. Informasi ini ditujukan kepada pembaca yang baru mengenal masalah ekonomi ini dengan cara yang mudah dipahami.
Perkembangan Inflasi di Sumut 2025
Sepanjang tahun 2025, inflasi di Sumut mengalami perubahan yang bervariasi. Di bulan Januari, inflasi tercatat pada angka 1,78 persen, kemudian menurun menjadi 0,69 persen di bulan Maret. Namun, setelah bulan April, terjadilah peningkatan yang signifikan.
Inflasi naik menjadi 2,09 persen pada bulan April, yang kemudian sedikit menurun di bulan Mei dan Juni, namun kembali melonjak pada bulan Juli dan Agustus dengan angka masing-masing 2,86 persen dan 4,42 persen. Puncak inflasi terjadi di bulan September dengan angka 5,32 persen, menjadikannya yang tertinggi di seluruh Indonesia.
Alasan Inflasi Sumut 2025 Meroket
Lonjakan inflasi di Sumut 2025 terutama disebabkan oleh peningkatan harga sejumlah komoditas penting. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi dengan kenaikan tahunan sebesar 11,38 persen, yang memberikan andil hingga 3,98 persen terhadap inflasi keseluruhan.
Selain itu, beberapa komoditas penting yang menyebabkan inflasi melambung antara lain:
- Cabai merah dengan kontribusi sebesar 1,11 persen,
- Bawang merah yang menyumbang 0,45 persen,
- Daging ayam ras,
- Beras dan beberapa jenis bahan pangan lainnya.
Di samping komoditas pangan, peningkatan harga pada sektor jasa juga berkontribusi terhadap inflasi. Misalnya, biaya pendidikan tinggi dan tarif ojek online juga mengalami kenaikan yang menambah beban inflasi.
Di sisi lain, ketidakstabilan pasokan dan distribusi barang pokok seperti cabai dan bawang menyebabkan kenaikan harga. Jika pasokan tidak terjamin, inflasi akan tetap berada pada tingkat tinggi.
Tindakan Pemerintah untuk Mengendalikan Inflasi di Sumut
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, berserta pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menahan inflasi. Beberapa tindakan yang diambil antara lain:
- Mendistribusikan komoditas pangan penting secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
- Menyediakan beras SPHP dan cabai merah dengan harga yang lebih terjangkau.
- Mempercepat pengiriman bantuan pangan agar tepat sasaran.
- Mengadakan pasar murah di lebih dari 500 lokasi di wilayah Sumatera Utara.
- Melakukan inspeksi pasar dan intervensi dalam sistem niaga untuk memastikan pasokan barang tetap lancar dan harga tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga menerima arahan dari Kementerian Dalam Negeri untuk lebih serius dalam pengendalian inflasi, terutama terkait harga pangan pokok.
Penyebab Inflasi Sumut 2025 meroket terutama karena naiknya harga bahan pangan seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat
















