Penyebab Kehilangan Sinyal Saat Banjir atau Longsor Sehingga Susah Dihubungi
Indonesia adalah negara yang sering mengalami bencana alam. Banjir dan longsor rutin terjadi, terutama saat musim hujan. Selain kerusakan fisik, ada dampak lain yang sering bikin panik: kehilangan sinyal saat banjir atau longsor.
Kamu pasti pernah merasakan susahnya menghubungi keluarga atau teman saat bencana terjadi. Ponsel jadi tidak berguna. Rasanya terisolasi dari dunia luar. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah ini cuma nasib buruk? Tentu tidak. Ada alasan logis di balik fenomena kehilangan sinyal saat banjir atau longsor ini.
Mengapa Listrik Padam Saat Banjir atau Longsor
Sebelum kita bahas sinyal, kita harus paham soal listrik. Listrik sering padam saat bencana. Ini adalah penyebab utama dari kehilangan sinyal saat banjir atau longsor.
PLN Memutus Arus
Saat banjir melanda, PLN sering sengaja memutus aliran listrik. Mereka melakukannya untuk alasan keamanan. Air adalah konduktor listrik yang baik. Membiarkan listrik menyala di area banjir sangat berbahaya. Bisa terjadi sengatan listrik mematikan.
Infrastruktur Rusak
Selain itu, bencana fisik juga merusak tiang listrik. Longsor dapat merobohkan tiang-tiang ini. Kabel listrik juga bisa putus atau tertimbun tanah. Akibatnya, pasokan listrik terhenti.
Akses Terputus
Perbaikan juga sulit dilakukan. Banjir dan longsor sering menutup akses jalan. Oleh karena itu, petugas PLN butuh waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan.
Penyebab Kehilangan Sinyal Saat Banjir atau Longsor
Saat listrik padam, menara sinyal ikut terdampak. Inilah alasan mengapa kamu jadi susah dihubungi.
Menara BTS Kehabisan Daya Cadangan
Menara BTS (Base Transceiver Station) adalah pemancar sinyal ponsel. Menara ini butuh listrik. Meskipun menara punya baterai cadangan atau genset, daya ini terbatas. Biasanya hanya bertahan 2-4 jam. Jika listrik dari PLN belum menyala setelah beberapa jam, menara akan mati total. Akibatnya, kehilangan sinyal saat banjir atau longsor pun tak terhindarkan.
Kerusakan Fisik pada Jaringan
Bukan cuma tiang listrik yang roboh. Longsor bisa memutus kabel serat optik di bawah tanah. Kabel ini adalah “jalan tol” untuk sinyal internet dan telepon. Jika kabel ini putus, transmisi data terhenti. Ini juga menyebabkan kehilangan sinyal saat banjir atau longsor.
Akses Perbaikan Sulit
Sama seperti PLN, teknisi provider seluler juga sulit mencapai menara yang rusak. Jalan yang tertutup lumpur atau air menghalangi mereka. Oleh karena itu, durasi kehilangan sinyal saat banjir atau longsor bisa berlangsung lama.
Beban Jaringan Berlebihan
Di sisi lain, saat bencana, banyak orang mencoba menelepon secara bersamaan. Jaringan menjadi sibuk (overload). Menara sinyal yang masih berfungsi menjadi terbebani. Ini membuat panggilan kamu sulit tersambung. Ini adalah bentuk lain dari kehilangan sinyal saat banjir atau longsor.
Dengan memahami penyebab ini, kamu bisa mengambil langkah antisipasi. Kesiapsiagaan adalah kunci. Jangan biarkan kehilangan sinyal saat banjir atau longsor membuat kamu terisolasi. Selalu siaga dengan power bank dan rencana darurat keluarga.

















