Peran Strategis Pendamping PKH di Kota Medan dalam Mengawal Program Bantuan Sosial
Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Medan terus berjalan dengan dukungan besar dari pendamping sosial yang berperan penting dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pendamping PKH berperan aktif dalam memverifikasi data, mengawasi penyaluran, serta memberikan edukasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar program sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.
Peran mereka menjadi ujung tombak pelaksanaan program bantuan sosial di lapangan, sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat penerima manfaat.
Pendamping PKH, Garda Terdepan Penyaluran Bantuan Sosial
Dalam pelaksanaan PKH 2025, pendamping sosial tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap keluarga penerima terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kelayakan calon penerima, mendata ulang warga, serta memperbarui kondisi ekonomi keluarga agar data tetap valid dan akurat.
Selain itu, pendamping PKH juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban penerima bantuan, seperti kewajiban anak bersekolah, ibu hamil memeriksakan kehamilan, dan lansia mengikuti layanan kesehatan rutin.
Dengan pendampingan aktif ini, program PKH tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup keluarga penerima.
Edukasi dan Pemberdayaan bagi Keluarga Penerima Manfaat
Pendamping PKH berperan penting dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada keluarga penerima bantuan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi.
Melalui pertemuan rutin di kelompok-kelompok KPM, pendamping memberikan arahan tentang pengelolaan keuangan rumah tangga, kesehatan keluarga, hingga pentingnya pendidikan anak.
Program edukatif ini mendorong penerima manfaat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga berusaha memperbaiki taraf hidup dengan memanfaatkan peluang ekonomi lokal seperti usaha kecil dan menengah (UMKM).
Koordinasi Aktif dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial
Dalam menjalankan tugasnya, pendamping PKH di Medan menjalin koordinasi aktif dengan Dinas Sosial Kota Medan serta aparat pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Sinergi ini memastikan seluruh tahapan — mulai dari verifikasi data, penyaluran bantuan, hingga pelaporan — berjalan transparan dan terukur.
Setiap bulan, pendamping menyusun laporan perkembangan penerima manfaat dan menyampaikan temuan di lapangan kepada pihak Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti.
Hal ini membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penyaluran bantuan sosial.
Komitmen Pemerintah terhadap Transparansi dan Akuntabilitas
Pemerintah Kota Medan terus memperkuat peran pendamping PKH dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas agar mereka mampu menjalankan tugas dengan profesional.
Pemerintah juga berkomitmen menciptakan sistem penyaluran yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan, di mana setiap warga yang berhak menerima bantuan dapat memperoleh haknya tanpa hambatan birokrasi.
Peran aktif pendamping menjadi faktor kunci keberhasilan program PKH dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di Medan.
Kesimpulan
Pendamping PKH memegang peran strategis dalam keberhasilan pelaksanaan program bantuan sosial di Kota Medan.
Melalui kerja lapangan, verifikasi data, dan edukasi masyarakat, mereka memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, program PKH diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi keluarga miskin dan mendorong mereka menuju kemandirian ekonomi.
















