Pesan WA Palsu Klaim Bansos Cair, Begini Cara Warga Medan Mengenalinya
Maraknya pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan pencairan bantuan sosial memicu kekhawatiran masyarakat.
Banyak warga menerima pesan berisi tautan mencurigakan, formulir tidak resmi, hingga pernyataan bahwa bansos telah cair dan bisa diambil setelah mengisi data pribadi.
Kondisi ini semakin meresahkan karena penipu memanfaatkan antusiasme warga untuk mendapatkan informasi bantuan dari pemerintah.
Untuk itu, masyarakat perlu memahami ciri-ciri pesan palsu dan langkah aman yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam penipuan digital.
Pencairan Bansos Sering Dijadikan Modus Kejahatan Digital
Pelaku kejahatan digital memanfaatkan momen pencairan bantuan sosial seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan dari program kesejahteraan lainnya.
Ketika warga menunggu informasi pencairan, pesan yang masuk ke WhatsApp dengan narasi “bansos cair hari ini” atau “cek nama Anda sekarang” langsung menarik perhatian.
Kondisi inilah yang membuat penipu bekerja cepat. Mereka membuat tautan tiruan mirip situs resmi, lalu meminta warga memasukkan data pribadi seperti NIK, nomor KK, nomor ponsel, hingga PIN ATM.
Data tersebut kemudian dipakai untuk mengambil alih rekening atau melakukan kejahatan digital lainnya.
Ciri-Ciri Pesan WA Palsu yang Sering Beredar
Warga Medan melaporkan berbagai jenis pesan mencurigakan yang masuk ke WhatsApp mereka. Berikut ciri-ciri yang perlu diperhatikan:
1. Menggunakan Tautan Tidak Resmi
Pelaku sering mengirim link dengan nama domain tidak dikenal dan tidak sesuai situs pemerintah. Tautan palsu biasanya memakai kombinasi huruf tidak jelas atau domain aneh seperti “.xyz”, “.info”, atau “.store”.
2. Meminta Data Pribadi Secara Langsung
Pesan palsu biasanya meminta warga untuk mengisi formulir data pribadi lengkap. Pemerintah tidak pernah meminta data via pesan pribadi WhatsApp.
3. Nada Pesan Mendesak
Narasi seperti “segera isi”, “batas waktu malam ini”, atau “Anda bisa dicoret dari daftar penerima” menjadi ciri khas pesan palsu untuk memaksa warga bertindak cepat.
4. Menggunakan Logo Pemerintah Hasil Editan
Penipu sering menempelkan logo Kementerian atau instansi terkait namun terlihat buram dan tidak presisi.
5. Menggunakan Nomor Pribadi, Bukan Akun Resmi
Pesan resmi tidak pernah dikirim dari nomor pribadi atau nomor luar negeri.
Langkah Aman untuk Mengenali dan Menghindari Penipuan
Agar terhindar dari pesan WA palsu, warga Medan dapat menerapkan langkah berikut:
1. Cek Informasi Melalui Situs dan Aplikasi Resmi
Untuk bansos, masyarakat dapat mengakses portal resmi seperti aplikasi Cek Bansos dan layanan DTSEN untuk memastikan status penerimaan.
2. Abaikan Pesan yang Meminta Data Pribadi
Pemerintah tidak pernah meminta PIN ATM, kode OTP, atau data sensitif lainnya melalui WhatsApp.
3. Verifikasi Informasi ke Aparatur Kelurahan
Jika menerima pesan mencurigakan, warga dapat bertanya langsung ke pihak kelurahan atau pendamping sosial.
4. Jangan Klik Tautan dari Sumber Tidak Dikenal
Tautan mencurigakan dapat mengandung malware atau pishing yang mencuri data perangkat.
5. Laporkan Pesan Palsu ke Otoritas Terkait
Warga dapat melaporkan ke Cyber Crime Polri atau menggunakan fitur laporkan di WhatsApp.
Mengapa Warga Medan Sering Jadi Sasaran?
Medan termasuk wilayah dengan jumlah penerima bansos yang cukup besar sehingga menarik perhatian pelaku penipuan.
Pelaku melihat peluang karena banyak warga yang aktif menggunakan WhatsApp dan sangat menantikan jadwal pencairan bantuan.
Celah ini membuat penipu memanfaatkan situasi untuk menyebarkan pesan palsu secara masif menggunakan aplikasi broadcast otomatis.
Warga Harus Tetap Waspada dan Tidak Mudah Terpancing
Pesan WA palsu tentang pencairan bansos bukan sekadar gangguan digital, tetapi ancaman serius terhadap keamanan data dan keuangan warga.
Dengan memahami ciri-ciri pesan palsu dan mengutamakan pengecekan melalui sumber resmi, masyarakat dapat melindungi diri dari praktik penipuan.
Tetap waspada, jangan mudah terpancing, dan pastikan selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan apa pun.
















