Pesawat Jamaah Haji Kloter Depok Mendarat Darurat di Medan karena Ancaman Bom
Sebuah penerbangan yang membawa ratusan jamaah haji dari Arab Saudi dengan tujuan Jakarta harus dialihkan ke Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, akibat adanya ancaman bom. Insiden ini melibatkan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5276, yang mengangkut 442 jamaah, termasuk 422 jamaah haji asal Kota Depok yang tergabung dalam Kloter 12 JKS.
Ancaman Diterima Melalui Email
Menurut laporan dari otoritas penerbangan, ancaman bom tersebut diterima pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB melalui surat elektronik dari pihak tak dikenal. Isi email menyatakan adanya rencana peledakan pada penerbangan SV5276 yang sedang dalam perjalanan dari Jeddah menuju Jakarta.
Menanggapi situasi tersebut, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Medan demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Pesawat mendarat dengan selamat pada pukul 10.55 WIB dan langsung diarahkan ke lokasi parkir khusus untuk pemeriksaan keamanan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Jamaah
Seluruh penumpang dan kru segera dievakuasi. Sementara itu, tim penjinak bom dari kepolisian bersama otoritas bandara langsung menyisir pesawat guna memastikan tidak ada bahan peledak yang tertinggal di dalam kabin.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Enjat Mujiat, membenarkan bahwa pesawat tersebut membawa jamaah dari Kloter 12 JKS. “Saat ini jamaah sedang diarahkan untuk beristirahat sementara di hotel dan asrama haji yang disediakan di Medan,” ujarnya.
Semua Dalam Kondisi Aman
Ketua Kloter, Nurlaela Muhammad, menegaskan kepada para jamaah bahwa alasan pengalihan adalah semata-mata demi keselamatan. “Kami mohon kesabaran semua pihak. Semua barang bawaan saat ini masih dalam pengawasan petugas. Jamaah diinapkan hanya dengan barang yang melekat di tubuh,” ungkapnya.
Nurlaela juga memastikan bahwa seluruh biaya konsumsi dan akomodasi ditanggung penuh oleh pemerintah Sumatra Utara, dan pihak kloter terus berkoordinasi dengan otoritas pusat.
Respons Pemerintah dan Aparat
Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Ia mengutuk pihak-pihak yang menyebar teror terhadap jamaah haji yang disebutnya sebagai “tamu-tamu Allah”. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa aparat kepolisian, khususnya Polda Sumut, akan menangani situasi ini dengan profesional.
“Semoga semua jamaah dan kru dalam keadaan sehat dan selamat hingga kembali ke Tanah Air,” tutur Romo Syafi’i. Ia juga meminta masyarakat untuk mendoakan keselamatan jamaah dan mendukung aparat yang sedang bertugas di lapangan.
Masih Menunggu Kejelasan Ja dwal Lanjutan
Hingga berita ini diterbitkan, pemeriksaan keamanan masih berlangsung dan belum ditemukan benda mencurigakan. Jadwal keberangkatan lanjutan dari Medan ke Jakarta akan diinformasikan setelah seluruh prosedur keamanan selesai dilakukan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Meski terjadi keterlambatan, para jamaah dipastikan berada dalam kondisi baik dan ditangani secara layak oleh pemerintah dan pihak terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan terus mendoakan kelancaran perjalanan ibadah para jamaah haji hingga tiba kembali di kampung halaman.

















