PIP 2025 Cair! Ini Syarat, Prosedur Pengajuan, dan Besaran Dana Bansos untuk Siswa SD, SMP, dan SMA
Pada tahun 2025, Program Indonesia Pintar (PIP) kembali disalurkan oleh pemerintah kepada siswa di jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mendukung siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan.
Dana bantuan sosial (bansos) ini diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria tertentu.
Salah satu syarat utamanya adalah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain itu, penerima bantuan harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Proses pengajuan bansos PIP dilakukan melalui sekolah masing-masing dengan beberapa langkah yang telah ditetapkan.
Langkah-Langkah Pengajuan Bansos PIP 2025
Untuk mengajukan bansos PIP 2025, siswa dan orang tua/wali perlu mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Berikut adalah panduan lengkapnya:
- Konsultasi dengan Pihak Sekolah
Langkah awal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan bagian tata usaha atau kesiswaan di sekolah. Pihak sekolah akan memberikan penjelasan detail terkait prosedur pendaftaran, syarat-syarat yang diperlukan, dan dokumen yang harus disiapkan. - Persiapan Dokumen Pendukung
Calon penerima bantuan perlu menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti:- Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP), jika ada.
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa atau kelurahan.
- Fotokopi rapor atau hasil belajar terakhir.
- Fotokopi akta kelahiran.
- Surat permohonan bantuan PIP yang ditandatangani oleh orang tua atau wali.
- Penyerahan Dokumen ke Sekolah
Setelah semua dokumen lengkap, serahkan ke pihak sekolah. Data siswa akan diinput ke dalam sistem Dapodik untuk diverifikasi. Jika memenuhi syarat, siswa akan ditetapkan sebagai penerima bantuan PIP.
Syarat Penerima Bansos PIP 2025
Penerima bansos PIP harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya:
- Berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.
- Memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Siswa yatim piatu, terdampak bencana alam, atau memiliki kelainan fisik juga diprioritaskan.
- Siswa putus sekolah yang ingin melanjutkan pendidikan formal atau nonformal.
Besaran Dana Bantuan PIP 2025
Besaran dana yang diterima oleh siswa bergantung pada jenjang pendidikannya. Berikut rincian dana bansos PIP 2025:
- Jenjang SD/SDLB/Paket A: Rp450.000 per tahun. Untuk siswa baru dan kelas akhir, menerima Rp225.000.
- Jenjang SMP/SMPLB/Paket B: Rp750.000 per tahun. Untuk siswa baru dan kelas akhir, menerima Rp375.000.
- Jenjang SMA/SMK/SMALB/Paket C: Rp1,8 juta per tahun. Untuk siswa baru dan kelas akhir, menerima Rp900.000.
Dana bantuan akan disalurkan langsung ke rekening siswa melalui bank mitra pemerintah, seperti Bank BRI, BNI, atau Mandiri. Proses ini memastikan dana diterima tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
Prioritas Penerima Bansos PIP 2025
Selain siswa dari keluarga kurang mampu, beberapa kelompok lain juga menjadi prioritas penerima bansos PIP, seperti:
- Siswa yatim piatu yang membutuhkan dukungan pendidikan.
- Anak-anak terdampak bencana alam.
- Peserta didik di pendidikan nonformal, seperti lembaga kursus atau pelatihan keterampilan.
Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang terkendala secara finansial untuk melanjutkan pendidikan. Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan untuk semua kalangan.
Kesimpulan
Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025 menjadi solusi bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan. Dengan memenuhi syarat yang ditentukan dan mengikuti langkah pengajuan, siswa berhak mendapatkan bantuan sesuai jenjang pendidikannya. Pastikan semua dokumen dipersiapkan dengan baik dan konsultasikan ke pihak sekolah untuk memulai proses pendaftaran.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik!
















