Kabar Pencairan Bansos Bulan Ini
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tahap IV mulai Oktober 2025. Penyaluran dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan proses verifikasi data di masing-masing daerah.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga awal Oktober sudah tercatat lebih dari 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai menerima transfer bantuan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kantor Pos Indonesia.
Seperti dilansir dari media online Kompastv, Empat provinsi dengan jumlah penerima terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, yang menyumbang hampir 45 persen dari total penerima nasional.
Siapa yang Termasuk Penerima PKH dan BPNT?
Program PKH dan BPNT Tahap IV ini menargetkan rumah tangga miskin dan rentan miskin berdasarkan data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
PKH (Program Keluarga Harapan) diberikan kepada keluarga yang memiliki ibu hamil, anak usia dini, pelajar SD hingga SMA, lansia di atas 70 tahun, atau penyandang disabilitas berat.
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) disalurkan kepada keluarga miskin dan rentan miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok setiap bulan.
Kementerian Koordinator PMK mencatat bahwa pada tahap keempat tahun ini, PKH disalurkan kepada 9,8 juta keluarga, sedangkan BPNT menjangkau 18 juta penerima di seluruh Indonesia.
Nominal Bantuan per Kategori
Besaran bantuan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 masih sama seperti tahap sebelumnya:
- Ibu hamil atau anak usia dini: Rp750.000 per tahap.
- Pelajar SD: Rp225.000 per tahap.
- Pelajar SMP: Rp375.000 per tahap.
- Pelajar SMA: Rp500.000 per tahap.
- Lansia dan penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap.
Baca Juga : Kenapa PKH dan BPNT Belum Cair Oktober Ini? Ini Cara Memastikannya
BPNT: Rp200.000 per bulan, disalurkan setiap bulan atau sekaligus tiga bulan tergantung kebijakan daerah.
PKH dibayarkan tiap tiga bulan sekali, sedangkan BPNT disalurkan bulanan melalui rekening KKS atau lewat Kantor Pos bagi penerima non-bank.
Cara Cek Status Bantuan
Kamu bisa memastikan status penerimaan bansos lewat situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan langkah berikut:
- Pilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa sesuai alamat di KTP.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Isi kode captcha yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data” dan tunggu hasilnya.
Jika namamu muncul di hasil pencarian, artinya kamu terdaftar aktif sebagai penerima bantuan. Bila belum muncul, kemungkinan data kamu masih dalam proses verifikasi atau belum masuk pembaruan terbaru di sistem DTSEN.
Data Pencairan Nasional dan Proyeksi
Berdasarkan laporan Bappenas, total anggaran bansos reguler tahun 2025 mencapai Rp496 triliun, dan sekitar Rp115 triliun di antaranya dialokasikan untuk program PKH dan BPNT.
Dari jumlah tersebut, Rp28 triliun disalurkan khusus untuk tahap IV yang berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2025.
Distribusi penerima terbanyak masih didominasi wilayah Pulau Jawa sebesar 62 persen, disusul Sumatera (19 persen), Kalimantan (8 persen), Sulawesi (7 persen), dan Indonesia Timur (4 persen).
Pemerintah menargetkan seluruh pencairan tahap IV selesai paling lambat 20 Desember 2025, agar bisa membantu menjaga inflasi pangan yang diperkirakan mencapai 3,2 persen dari tahun ke tahun.

















