Polisi Medan Diduga Lakukan Pungli Rp 100 Ribu, Kini Menjalani Penempatan Khusus
Seorang anggota Satlantas Polrestabes Medan berinisial Aiptu Rudi Hartono saat ini tengah menjalani penempatan khusus (patsus) di Propam Polrestabes Medan. Langkah ini diambil setelah sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan pungutan liar terhadap seorang pengendara motor di Jalan Palang Merah, Kota Medan, viral di media sosial.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengungkapkan bahwa oknum polisi tersebut sudah dipatsus selama 30 hari. “Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus pungutan liar yang diduga dilakukan oleh Aiptu Rudi,” jelas Made saat ditemui di kantor Polrestabes Medan, Rabu (25/6/2025).
Video yang beredar menunjukkan Aiptu Rudi mengenakan jaket putih dan mengendarai sepeda motor dengan pelat nomor BK 6223 AEH. Dalam video berdurasi singkat itu, ia terlihat menghentikan seorang wanita yang mengendarai motor dengan nomor polisi BK 4388 AIK.
Wanita tersebut tampak mengeluarkan dompet dan memberikan uang sebesar Rp 100 ribu kepada sang polisi. Kasat Lantas menyatakan bahwa wanita tersebut memang melakukan pelanggaran lalu lintas karena melawan arus, namun proses penegakan hukum yang dilakukan tidak sesuai prosedur.
“Seharusnya, anggota polisi turun dari kendaraannya, memeriksa kelengkapan surat-surat, dan melakukan penindakan sesuai aturan,” terang Made. Namun dalam kejadian ini, Aiptu Rudi diduga langsung menerima uang tanpa prosedur yang semestinya, sehingga menimbulkan indikasi pungutan liar.
Selain itu, pihak kepolisian masih berupaya menghubungi dan meminta keterangan dari pengendara wanita tersebut untuk melengkapi proses penyidikan. Setelah penyidikan selesai, Aiptu Rudi akan menghadapi sidang etik sebagai bagian dari proses penegakan disiplin di institusi kepolisian.
Kasat Lantas menegaskan bahwa tindakan seperti ini sangat merugikan citra kepolisian dan bertentangan dengan etika serta profesionalisme yang harus dijalankan oleh anggota kepolisian. Penempatan khusus yang dijalani merupakan langkah awal dalam upaya pembinaan dan pengawasan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.
Kejadian ini menjadi peringatan penting agar seluruh anggota polisi menjalankan tugas dengan penuh integritas dan transparansi demi menjaga kepercayaan masyarakat.

















