Program Bansos Digital Dimulai 2026, Luhut: Bisa Tekan Praktik Korupsi
Program Bansos Digital Dimulai 2026, Luhut: Bisa Tekan Praktik Korupsi. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pelaksanaan bantuan sosial berbasis digital yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menginformasikan bahwa program ini sedang dalam tahap finalisasi bersama Kementerian Sosial dan beberapa lembaga lainnya agar bisa segera dilaksanakan di seluruh Indonesia.
“Semua data nasional saat ini sedang kita integrasikan. Proses ini sudah berjalan secara bertahap dan kami telah melaporkannya kepada Presiden,” kata Luhut kepada wartawan di kantornya di Jakarta Pusat, pada hari Jumat (3/10).
Luhut mengatakan bahwa pemerintah menargetkan agar sistem ini dapat diterapkan antara bulan Februari hingga April 2026.
“Kita mungkin akan menerapkannya secara nasional. Jika semua tahap dapat berjalan dengan baik, peluncurannya mungkin akan dilakukan pada bulan Februari, Maret, atau April tahun depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini akan menjadi bagian dari ekosistem digital nasional yang sedang dibangun oleh pemerintah dan telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini dapat membantu mengurangi risiko korupsi.
“Dan saya bertanya, apakah ini merupakan keinginan Presiden Prabowo? Saya katakan iya, Presiden Prabowo ingin agar program ini berjalan untuk memastikan efisiensi dan mengurangi korupsi,” lanjut Luhut.
Saat ini, program ini sedang diuji coba di Banyuwangi dengan melibatkan sekitar 300 ribu peserta.
“Kita akan mempertimbangkan apakah setelah Banyuwangi akan ada kabupaten atau provinsi lain yang dilibatkan, atau kita langsung melakukan sosialisasi di semua wilayah seperti penanganan COVID sebelumnya,” jelas Luhut.
Luhut menambahkan bahwa beberapa pihak di tingkat daerah akan berperan sebagai pendamping selama proses pendaftaran untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terlewatkan.
“Minggu lalu di Banyuwangi telah terdaftar 300 ribu peserta. Proses ini berjalan sangat lancar. Kita akan mengamati dua minggu ke depan untuk memastikan fokus pada pendaftaran,” ujar Luhut.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Luhut sebelumnya menyatakan bahwa penyaluran bantuan sosial melalui sistem digital menjadi langkah krusial untuk mencapai ketepatan sasaran dan transparansi. Hal ini penting karena bantuan sosial berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
“Ingat, bantuan sosial bisa berdampak antara 0,3 hingga 0,4 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebuah angka yang signifikan. Jika kita bisa membuatnya transparan dan tepat sasaran, saya percaya kita akan mampu menyelesaikan banyak masalah,” ujar Luhut di Kementerian Komunikasi dan Digital, dikutip oleh kumparan pada hari Sabtu (4/10).
Sumber : https://m.kumparan.com/kumparanbisnis/luhut-sebut-program-bansos-digital-diluncurkan-2026-bisa-cegah-korupsi-25ymkZhITwV/full

















