Program Bansos Oktober Banjir Penerima Baru, Begini Cara Daftarnya Pakai NIK
Pemerintah kembali menggencarkan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Oktober 2025.
Program andalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi tumpuan dalam meringankan beban ekonomi masyarakat.
Data terbaru menunjukkan proses verifikasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memperluas jumlah penerima baru,
setelah dilakukan pembaruan data secara menyeluruh oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Ribuan Penerima Baru Tercatat, Pendaftaran Wajib Gunakan NIK
Kemensos mencatat lonjakan signifikan penerima baru bansos di Oktober ini.
Penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi syarat utama untuk memverifikasi status penerima bantuan.
Masyarakat yang memenuhi kriteria WNI dengan KTP aktif, tergolong keluarga miskin atau rentan, serta bukan ASN, TNI, atau Polri akan dimasukkan dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Jenis Bansos yang Cair: PKH, BPNT, hingga Program Indonesia Pintar
Berbagai jenis bantuan masih berjalan di triwulan akhir tahun ini.
- PKH menargetkan keluarga dengan ibu hamil, anak sekolah, hingga lansia.
- BPNT menyalurkan bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan per keluarga, dicairkan secara kuartalan.
- Program Indonesia Pintar (PIP) membantu siswa dari keluarga berpenghasilan rendah agar tetap bersekolah.
Pemerintah menegaskan seluruh program ini disalurkan secara non-tunai untuk menghindari penyelewengan dana.
Cara Cek dan Daftar Bansos Pakai NIK
Masyarakat dapat memeriksa status penerimaan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi mobile milik Kemensos.
Berikut langkahnya:
- Buka laman resmi atau aplikasi “Cek Bansos”.
- Masukkan NIK, nama sesuai KTP, dan alamat domisili.
- Klik “Cari Data” untuk melihat apakah termasuk penerima bantuan.
- Jika belum terdaftar namun memenuhi syarat, warga bisa mengajukan diri ke kelurahan atau desa untuk diverifikasi ulang.
Pemerintah mengingatkan bahwa pendaftaran tidak menjamin penerimaan otomatis. Validasi data dan survei lapangan tetap menjadi dasar penetapan.
Akurasi Data Jadi Kunci Keadilan Sosial
Kebijakan berbasis NIK memperkuat transparansi dan akurasi dalam penyaluran bansos.
Dengan sistem DTSEN, penerima yang tidak layak dapat tersaring otomatis.
Namun, tantangannya adalah masih banyak warga miskin yang datanya belum terdaftar atau tidak valid di sistem nasional.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan mandiri menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan diterima sesuai haknya.
Pemerintah pun terus membuka jalur pengaduan dan verifikasi ulang di tingkat desa agar tidak ada warga miskin yang tertinggal.
Kesimpulan
Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memastikan status penerimaan bansos.
Dengan mekanisme berbasis NIK, proses distribusi kini lebih transparan, akurat, dan akuntabel.
Warga yang merasa memenuhi kriteria sebaiknya segera cek status penerima di situs resmi Kemensos, agar tidak ketinggalan gelombang penyaluran berikutnya.
















