Kas Hartadi Meminta Maaf atas Gagalnya PSMS Medan Unggul
PSMS Medan gagal unggul dan kembali gagal memetik kemenangan di kandang sendiri usai ditahan imbang 1-1 oleh Persikad Depok pada lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (11/10/2025) malam, menggambarkan sebuah situasi di mana PSMS Medan gagal menunjukkan performa sebagai tuan rumah yang sejati. Fakta ini membuat PSMS Medan harus mengevaluasi kesalahan. Kas Hartadi Minta Maaf atas hasil mengecewakan ini.
Pertandingan yang sempat tertunda akibat hujan deras itu menjadi antiklimaks bagi Ayam Kinantan, yang sebelumnya sempat unggul 1-0 melalui gol Risman Ariyanto Maring di menit ke-77. Namun kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna ketika Persikad menyamakan kedudukan lewat Enzo Celestine pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+4. Momen ini menandakan PSMS Medan gagal mempertahankan keunggulan di akhir laga, sebuah tantangan besar untuk PSMS Medan.
Pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegagalan timnya mempertahankan kemenangan.
“Mohon maaf pada warga Medan dan suporter. Kami gagal menjaga konsentrasi di menit-menit akhir sehingga lawan mampu menyamakan skor. Ini menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Kas Hartadi dalam konferensi pers usai laga. PSMS Medan harus belajar dari laga ini.
Kas mengakui bahwa anak asuhnya sempat tampil dominan dan menciptakan beberapa peluang, namun lemahnya penyelesaian akhir serta kelengahan di lini belakang menjadi faktor utama kegagalan PSMS meraih tiga poin di kandang.
Salah satu sorotan publik tertuju pada striker asing Felipe Cadenazzi yang belum menunjukkan ketajaman. Menanggapi hal itu, Kas menjelaskan bahwa Cadenazzi masih menjadi bagian penting dari strategi permainan tim PSMS Medan.
Baca Juga: Skema PPPK Paruh Waktu Mulai Berlaku 2025, Peluang Baru bagi Tenaga Honorer
“Cadenazzi memang kita tempatkan untuk mengantisipasi bola-bola atas. Kondisinya sudah 100 persen fit dan dia berperan dalam membuka ruang. Tapi memang penyelesaian belum maksimal. Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh pendukung PSMS,” tambahnya.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan hujan deras yang sempat menghentikan laga sementara. Drainase stadion yang buruk menyebabkan genangan air mengganggu aliran bola yang dimainkan PSMS Medan.
Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-52 setelah pemain Persikad diganjar kartu merah, PSMS gagal memanfaatkan situasi tersebut secara optimal, yang semakin mempertegas PSMS Medan gagal membawa pulang tiga poin, tujuan yang diidamkan.
Ketua PSMS Medan Fans Club, Tatang Angkasa Tarigan, turut mengomentari strategi pelatih yang dinilai terlalu lambat melakukan pergantian.
“Kas Hartadi lama kali melakukan pergantian pemain. Jadi pola mainnya terbaca lawan. Kita malah imbang lawan 10 pemain, di kandang sendiri pula,” ujar Tatang. Ini jelas merupakan tanggapan atas performa PSMS Medan.
Sementara itu, pelatih Persikad Depok, Ridwan Saragih, bersyukur timnya bisa mencuri satu poin di markas PSMS meski bermain dengan 10 pemain.
“Alhamdulillah, poin satu sangat berharga. Ini bukan hanya soal taktik, tapi juga soal mental. Kami juga berharap pengamanan bisa ditingkatkan karena kiper kami sempat diganggu suporter,” katanya.
Dengan hasil ini, PSMS Medan mengoleksi 8 poin dari lima pertandingan (dua menang, dua imbang, satu kalah), dan kini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup 1. Kegagalan PSMS Medan ini menempatkan mereka dalam posisi yang menantang untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Kas Hartadi menegaskan timnya akan segera memperbaiki kesalahan dan fokus ke pertandingan selanjutnya. Dukungan untuk kesuksesan PSMS Medan tetap diperlukan.
“Kami akan benahi lini belakang dan manajemen tempo pertandingan. Yang jelas, kami tidak ingin hal ini terulang kembali,” tutupnya.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/
















