PSMS Medan Kalah di Laga Perdana Liga 2 2025, Pelatih Kas Hartadi Minta Maaf kepada Suporter
Laga pembuka Liga 2 Indonesia 2025/2026 atau yang kini dikenal sebagai Pegadaian Championship 2025, menjadi momen menyakitkan bagi tim kebanggaan Kota Medan.
PSMS Medan harus mengakui keunggulan tamunya, Persekat Tegal, dengan skor tipis 0-1 pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Jumat malam (12/9/2025).
Kekalahan di kandang sendiri ini langsung mendapat tanggapan dari pelatih kepala PSMS Medan, Kas Hartadi.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung setia Ayam Kinantan dan masyarakat Kota Medan.
Pelatih PSMS Medan Akui Finishing Masih Jadi Masalah Utama
Kas Hartadi mengungkapkan bahwa secara umum timnya tampil cukup dominan sepanjang laga. PSMS mampu menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang dari awal hingga akhir pertandingan.
Namun, menurutnya, masalah utama terletak pada penyelesaian akhir atau finishing touch yang kurang tenang dan tidak efektif di depan gawang lawan.
“Kita memang menguasai jalannya pertandingan sampai akhir. Banyak peluang tercipta, tapi finishing touch yang kurang tenang membuat kita gagal mencetak gol,” ujar Kas Hartadi kepada awak media.
Hal ini menjadi catatan penting bagi pelatih dan jajaran staf pelatih PSMS untuk segera melakukan evaluasi, terutama pada lini depan yang dianggap belum maksimal dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Fokus Menyerang, PSMS Lengah di Pertahanan
Selain faktor finishing, Kas Hartadi juga menyoroti keputusan taktikal di menit-menit akhir pertandingan.
Ia menyebut bahwa seluruh pemain terlalu fokus menyerang sehingga melupakan kewaspadaan di lini belakang.
“Tiga menit sebelum pertandingan selesai, semua pemain fokus menyerang. Memang niatnya ingin mencetak gol, tapi lupa menjaga pertahanan. Akhirnya, kita kebobolan,” jelasnya.
Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tim lawan. Persekat Tegal berhasil melancarkan serangan balik cepat dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4 melalui pemain pengganti, Rocky Mandosir.
Persekat Manfaatkan Peluang Langka, PSMS Gagal Maksimalkan Dominasi
Secara statistik, PSMS Medan unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, Persekat Tegal tampil lebih efisien dan mampu mengonversi satu-satunya peluang emas menjadi gol.
Ironisnya, peluang itu datang saat PSMS sedang gencar-gencarnya menyerang untuk mencari gol kemenangan.
Momen itu menjadi pembeda dalam pertandingan. Skor 0-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, sekaligus memastikan PSMS gagal meraih poin di laga pembuka musim ini.
Kapten PSMS: Kami Sudah Berusaha Maksimal
Kapten PSMS Medan, Zikri Ferdiansyah, juga menyampaikan pendapatnya usai pertandingan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter yang hadir langsung di stadion untuk mendukung tim.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Banyak peluang kami ciptakan, tapi hasil belum berpihak kepada kami. Kami minta maaf kepada seluruh pendukung,” kata Zikri.
Meski kecewa, Zikri berharap rekan-rekannya tetap semangat dan menjadikan laga ini sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Pelatih Persekat: Campur Aduk Antara Bahagia dan Tidak Percaya
Di sisi lain, pelatih Persekat Tegal, I Putu Dwi Santoso, merasa bersyukur dengan kemenangan tak terduga yang diraih timnya.
Ia menyebut hasil ini di luar ekspektasi karena menghadapi tim kuat seperti PSMS Medan, apalagi bermain di kandang lawan yang terkenal angker.
“Ekspektasinya di luar dugaan. Perasaannya campur aduk, ada senangnya, ada sedihnya juga,” ucap pelatih Persekat dengan wajah penuh emosi.
Kemenangan ini sangat penting bagi Persekat untuk membangun kepercayaan diri dan modal awal menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di Pegadaian Championship musim ini.
PSMS Harus Segera Bangkit
Dengan kekalahan ini, PSMS Medan harus bekerja ekstra keras untuk bangkit dan memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya.
Evaluasi menyeluruh dibutuhkan, mulai dari penyelesaian akhir, koordinasi pertahanan, hingga manajemen taktik di menit akhir pertandingan.
Para pendukung berharap PSMS segera memperbaiki kesalahan dan kembali tampil maksimal demi menjaga peluang promosi ke Liga 1 musim depan.
Penutup
PSMS Medan kalah dari Persekat Tegal dengan skor 0-1 pada laga perdana Liga 2 Indonesia 2025/2026. Meski tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, kesalahan di menit akhir membuat Ayam Kinantan kehilangan poin penting.
Pelatih Kas Hartadi dan kapten tim Zikri Ferdiansyah menyampaikan permohonan maaf kepada suporter serta berjanji melakukan evaluasi besar-besaran.
Di sisi lain, Persekat Tegal sukses mencuri tiga poin penting dari markas PSMS, membuka musim ini dengan penuh kejutan.















