Medan – Wali Kota Medan Bobby Nasution menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama yang akan dibenahi di Kota Medan.
Dengan penegasan tersebut RSUD Dr. Pirngadi Medan secepatnya mengambil tindakan. RSUD Dr. Pirngadi yang notabene kepunyaan Pemko Medan ini akan membuat program “Jemput Bola”.
Program ini dikhususkan kepada pasien yang mengalami hemodialisa dan stroke yang harus melakukan kontrol rutin.
Menurut keterangan program “Jemput Bola” ini akan diresmikan pada bulan depan. Menurut Kadis Kesehatan Kota Medan dan juga selaku Plt Dirut Dr. Pirngadi Medan Taufik Ririansyah, langkah pertama untuk mendukung program “Jemput Bola” adalah membentuk tim dan penjadwalan yang sesuai dengan jadwal check-up pasien. Hal ini guna mempermudah program “Jemput Bola”.
“Jadi pasien hemodialisa tidak harus menunggu lama untuk antriannya, sehingga nanti yang kita harapkan pasien – pasien yang lain mau juga mengikuti program hemodialisa di RSUD Pirngadi. Ini juga memudahkan mobilitas dan membantu meringankan pasien dengan harapan bisa merasa terpuaskan lewat pelayanan jemput bola ini,” Ujar Taufik pada wawancara.
Walau yang menjadi prioritas dalam program “Jemput Bola” adalah pasien pengidap hemodialisa, program ini juga akan menyediakan pelayanan untuk pasien penderita penyakit lainnya. Dengan tujuan memperbanyak pasien tetap RSUD Dr. Pirngadi. Dengan kata lain program ini mempermudah masyarakat dengan pengurusan briokrasinya.
“Nanti pasien akan di jemput dan diarahkan ke ruang hemodialisa dan selesai akan diantarkan kembali ke rumah pasiennya masing masing,” Ujar Taufik.
“Untuk rencana ke depan, konsepnya, pasien penanganan stroke, rutin mengambil obat bisa saja nanti dibuat program itu. Ada juga program ke depannya yang masih direncanakan adalah eliminasi katarak bersama Dinas Kesehatan. Nanti, akan disiapkan kebutuhan BAP obat, operasi juga spesialis,” Terangnya.
Setelah semua persiapan sudah matang, RSUD Dr. Pirngadi akan melakukan koordinasi terhadap kepala puskesmas dan BPJS Kesehatan untuk pendataan penderita katarak di setiap wilayah.
“Yang mau dioperasi akan dikoordinasi dengan BPJS Kesehatan sehingga diselenggarakan rujukan tetap pasien katarak. Kemudian, RSUD Dr Pirngadi akan menjadwalkan berapa pasien katarak yang akan dioperasi setiap harinya,” Imbaunya.
Tak hanya itu saja, pasien yang telah discreening pun diharapkan mendapatkan perawatan yang sama hingga usai menjalani operasi katarak. “Itu dilakukan seriap harinya selama kurun waktu eliminasi katarak.”imbaunya.

















Comments 1