Medan – Tidak dipungkiri, sepak bola kini tidak lagi hanya sebuah cabang olah raga. Dalam beberapa dekade terakhir, sepak bola menjadi ladang bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan keuntungan besar.
Setelah pelbagai merek Indonesia mejeng di panggung sepak bola dunia, kini produk asli Indonesia pun telah mencuri perhatian. Di negara luar seperti Asia dan Eropa sudah menjadikan sepakbola menjadi sebuah industri yang cukup menguntungkan.
Dari mulai penjualan jersey para pemain sepakbola hingga penjualan tiket masuk disetiap pertandingan telah mampu memberikan nilai bisnis yang cukup tinggi bagi pemasukan klub-klub sepakbola.
Di Indonesia khususnya Sumatera Utara, peluang menjadikan cabang ini menjadi sebuah ladang bisnis dianggap masih terbuka lebar jika adanya terobosan yang sifatnya suport pemerintah.
Dalam kaitan ini, peluang untuk memajukan bisnis melalui usaha rumahan dengan menggelar pelatihan pembuatan bola kaki yang digelar Disporasu dinilai memiliki peluang untuk dapat dikembangkan.
“Kita melihat, peluang untuk menjadikan generasi muda sebagai pelaku kreatif pembuatan bola kaki cukup dianggap dapat digerakkan jika kita dapat mendukungnya” ucap Kadisporasu Baharuddin dihadapan peserta pelatihan Manajemen Industri Bola Kaki di Medan Selasa (12/11) malam.
Peluang memproduksi bola di Sumut cukup menjanjikan apabila tenaga yang ada memiliki skill dan mampu membaca pasar. Artinya jika peluang dalam berwirausaha dapat diikat dalam sebuah kerjasama bersama Bank milik pemerintah tentunya peluang dalam mendapat modal akan terbuka lebar.
“Tak usahlah terlalu jauh kita melihat kemajuan bisnis sepakbola diluar negeri, cukup kita melihat pasar pembuataan bola kaki dalam negeri.”Artinya jika kita kembangkan secara profesional seperti di Majalengka, bukan tidak mungkin di Sumut hal yang sama dapat juga kita kembangkan,”tutur Bahar.
Lanjutnya lagi, hari ini pemuda harus menggali potensi yang dimiliki. Kejar peluang yang ada dalam menyongsong masa depan yang lebih positif. Terlebih dengan medsos yang ada tentunya dapat memudahkan pelaku usaha pemula dapat memasarkan produk yang dihasilkan,”ucapnya.
Sementara Ketua Koni Sumut diwakili Sekum Koni Sumut, Chairul Azmi Hutasuhut mengatakan, pelatihan pembuatan bola kaki memilki peluang bisnis yang jika dikelola dengan baik dapat menghasilkan income. Tentunya bagi peserta diharapkan dapat benar-benar menyerap ilmu yang diberikan para narasumber.
“Jangan sia-siakan peluang ini, contohlah sosok Irwan Surianto yang sukses menembus pasar bola internasional lewat produksi bola dari majalengka yang sudah dipakai di 4 Piala Dunia.”Artinya jika bisnis ini dapat benar-benar dijalani, bukan tidak mungkin Sumut dapat dikenal lewat produk-produk olahraga seperti bola kaki,”pungkasnya.
Sedangkan Kabid pembinaan prestasi olahraga Disporasu, Josua Sinurat didampingi Ketua panitia Joni Siahaan dan kasi Eny Siswati disela acara mengatakan, Pelatihan keterampilan manajemen industri pembuatan bola kaki dilaksanakan mulai 12-15 November di Hotel Alam Medan Jln AR Hakim,Medan.
Dan kegiatan yang melibatkan 44 peserta dari kab/kota ini menghadirkan narasumber Budiono dan Imran Ahmad. “Kegiatan ini bertujuan menambah skill bagi pemuda/i dan insan olahraga yang terampil. Makanya diharapkan dengan pemaparan teori dan praktek yang diberikan narasumber , nantinya ilmu-ilmu yang didapat dapat dikembangkan secara tepat sasaran,”ucap Josua. (Harry S)
















