Siapa Saja Penerima PKH di Medan? Berikut Kategori yang Diutamakan
Program Keluarga Harapan (PKH) terus menjadi salah satu bantuan sosial terbesar yang dicairkan pemerintah setiap tahun, termasuk bagi warga di Medan.
Program ini bertujuan membantu keluarga kurang mampu agar dapat meningkatkan taraf hidup melalui dukungan finansial yang diberikan secara berkala.
Namun, banyak warga masih belum memahami kategori penerima yang diutamakan dalam PKH serta bagaimana sistem penentuan keluarga penerima ditetapkan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Agar masyarakat lebih memahami sasaran program ini, berikut penjelasan lengkap mengenai kategori keluarga yang menjadi prioritas penerima PKH di Medan, mekanisme penetapannya, hingga hak dan kewajiban yang harus diperhatikan.
PKH Tetap Menjadi Program Prioritas Bantuan Sosial
PKH merupakan bantuan bersyarat yang menargetkan keluarga dalam kondisi ekonomi rendah.
Pemerintah menyalurkan bantuan ini untuk mendorong keluarga meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan anak dan ibu hamil.
Di Medan, penyaluran PKH mengikuti pedoman nasional yang mengacu pada data resmi pemerintah.
Setiap penerima harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar masuk dalam kategori prioritas.
Pendamping PKH dan perangkat kelurahan turut membantu proses validasi data warga agar penyaluran sesuai sasaran.
Penentuan Penerima Berdasarkan DTSEN
Pemerintah memastikan daftar penerima PKH selalu mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini menjadi sumber utama untuk menentukan apakah sebuah keluarga masuk kategori miskin atau rentan miskin.
Melalui DTSEN, pemerintah menilai kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan indikator pendapatan, kondisi rumah, jumlah tanggungan, hingga kebutuhan dasar keluarga.
Data yang akurat membantu pemerintah menentukan siapa saja yang layak menerima bantuan secara objektif.
Karena itu, warga Medan perlu memastikan data keluarga selalu mutakhir melalui kelurahan jika terjadi perubahan agar tetap memenuhi syarat program bantuan.
Kategori yang Diutamakan sebagai Penerima PKH
Program PKH memiliki beberapa kategori prioritas. Semakin tinggi kebutuhan keluarga, semakin besar kemungkinan mereka masuk daftar penerima. Berikut kategori lengkapnya:
Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil dan menyusui mendapatkan prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan mereka memperoleh layanan kesehatan seperti pemeriksaan kehamilan (ANC), imunisasi, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi.
Anak Usia Dini (0–6 Tahun)
Anak usia dini termasuk kategori krusial karena berada pada masa pertumbuhan awal. Bantuan PKH membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak.
Siswa SD, SMP, dan SMA
Siswa dari keluarga miskin menjadi penerima prioritas agar tidak putus sekolah. Dengan bantuan PKH, keluarga dapat mendukung kebutuhan pendidikan anak sehingga proses belajar tetap berjalan.
Penyandang Disabilitas Berat
Anggota keluarga yang mengalami disabilitas berat berhak menjadi prioritas penerima. Pemerintah ingin memastikan keluarga dapat memenuhi kebutuhan perawatan dan akses layanan kesehatan.
Lansia di Atas 70 Tahun
Lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap mendapatkan prioritas. Bantuan ini membantu keluarga merawat lansia serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kelima kategori ini menentukan besaran bantuan yang diterima keluarga karena setiap kategori memiliki nilai bantuan berbeda.
Bagaimana Proses Verifikasi dan Validasi di Medan?
Di Medan, pendamping PKH berperan aktif dalam melakukan verifikasi data penerima.
Pendamping mengunjungi rumah keluarga penerima untuk memastikan kondisi ekonomi sesuai dengan data DTSEN.
Pendamping juga mendampingi keluarga dalam memenuhi kewajiban PKH, seperti:
- menghadiri kelas keluarga,
- memastikan anak bersekolah,
- membawa balita ke posyandu,
- memeriksa kesehatan ibu hamil secara rutin.
Keluarga yang tidak memenuhi kewajiban bisa mengalami penundaan bantuan. Karena itu, penerima harus mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan.
Hak dan Kewajiban Penerima PKH
Penerima PKH berhak menerima bantuan sesuai kategori, tetapi juga harus menjalankan kewajiban untuk mendukung keberhasilan program.
Hak penerima:
- mendapatkan bantuan sesuai kategori keluarga,
- menerima pendampingan dari petugas PKH,
- mendapatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Kewajiban penerima:
- memastikan kehadiran anak di sekolah,
- membawa balita ke posyandu secara rutin,
- mengikuti sesi pemberdayaan keluarga,
- menjaga keakuratan data keluarga.
Keluarga yang aktif menjalankan kewajiban biasanya mendapatkan pelayanan lebih cepat dan proses pencairan lebih lancar.
Kesimpulan
Penerima PKH di Medan berasal dari keluarga dengan kategori tertentu yang sudah ditentukan pemerintah, seperti ibu hamil, anak usia dini, siswa sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lansia.
Penetapan ini mengacu pada DTSEN agar bantuan tepat sasaran. Warga yang ingin tetap terdaftar harus menjaga validitas data dan memenuhi kewajiban sebagai penerima.
Dengan memahami kategori penerima yang diprioritaskan, masyarakat dapat mengetahui apakah mereka berpotensi masuk daftar PKH atau perlu memperbarui data agar memenuhi kriteria.

















