Simak Arti Status SP2D dan Belum SI! Hasil Cek Saldo Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Masuk ke Rekening KKS Bank
Kementerian Sosial sebenarnya telah mengumumkan bahwa bantuan sosial (bansos) PKH maupun BPNT tahap kedua sudah mulai disalurkan. Ini adalah sinyal bahwa bantuan sudah siap untuk dicairkan.
Meskipun demikian, banyak KPM bansos yang melaporkan bahwa saldo mereka belum masuk setelah melakukan pengecekan.
Untuk memahami hal ini, penting untuk melihat pembaruan di aplikasi SIKS-NG Supervisor. Di sana, status pencairan bansos menunjukkan “belum SI” (Standing Instruction).
Apa itu “belum SI” dan kaitannya dengan SP2D? Sebenarnya, tahapan proses pencairan bansos adalah: verifikasi rekening, berhasil cek rekening, SPM (Surat Perintah Membayar), SP2D, dan SI.
Namun, di aplikasi SIKS-NG Supervisor, tahapan SPM dan SP2D tidak muncul secara terpisah. Status “belum SI” itu setara dengan sudah SP2D.
Artinya, dana sudah siap untuk ditransfer ke rekening KPM, tinggal menunggu instruksi bank untuk menyalurkan.
Berapa lama perubahan dari “belum SI” menjadi “SI”? Berdasarkan pengalaman pencairan sebelumnya, ketika status sudah “belum SI”, ada beberapa KPM yang sudah menerima bantuannya.
Salah satu ciri yang bisa dipantau di Bank Mandiri adalah adanya saldo tertahan saat Anda mengecek melalui M-Banking Livin’ by Mandiri. Itu menunjukkan bahwa dana sedang dalam proses pencairan.
Berikut adalah beberapa bukti struk pencairan yang sudah terkonfirmasi oleh KPM:
•Bank BNI (Cirebon, Jawa Barat): Dicairkan pada 4 Juni 2025 pukul 09.52 WIB dengan nominal Rp600.000. Ini kemungkinan untuk komponen lansia atau disabilitas.
•Bank Syariah Indonesia (Aceh): Dicairkan pada 4 Juni 2025 pukul 09.27 WIB dengan nominal Rp1.800.000. Nominal besar ini menunjukkan bahwa KPM tersebut memiliki beberapa komponen dalam keluarganya.
•Bank BNI (kemungkinan di lokasi berbeda): Dicairkan pada 4 Juni 2025 sekitar pukul 19.30 WIB dengan nominal Rp1.000.000. Kemungkinan KPM tersebut memiliki dua komponen anak SMA.
Bukti-bukti struk ini mengonfirmasi bahwa pencairan PKH dan BPNT tahap kedua memang sudah mulai masuk ke Kartu KKS Merah Putih di beberapa wilayah.
Kabar gembira lainnya, pada 5 Juni 2025 akan disalurkan bantuan sosial penebalan atau bantuan sosial tambahan.
Saat ini masih menjadi perdebatan apakah KPM PKH juga akan mendapatkan tambahan Rp400.000, ataukah hanya KPM BPNT.
Namun, jika merujuk pada instruksi dari Kementerian Keuangan, tertulis bahwa hanya KPM sembako (BPNT) yang akan menerima bantuan sosial penebalan sebesar Rp400.000 untuk periode Juni–Juli 2025, yang dicairkan pada awal Juni.
Artinya, KPM PKH tidak menerima bantuan tambahan Rp400.000 tersebut. Jadi, KPM BPNT nantinya akan menerima BPNT tahap kedua sebesar Rp600.000 ditambah bantuan penebalan Rp400.000, sehingga totalnya menjadi Rp1.000.000 yang diterima pada bulan Juni 2025.
Selain itu, ada juga bantuan sosial BSU (Bantuan Subsidi Upah) bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta yang akan menerima Rp300.000.
Serta bantuan beras 10 kg untuk 18,3 juta penerima manfaat. Masih menjadi pertanyaan apakah KPM bansos PKH juga akan mendapatkan bantuan beras ini.

















