Siswa SMP di Medan Rekayasa Penculikan, Masalah Keluarga Jadi Alasan
Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Medan, Sumatera Utara. Seorang siswa SMP nekat melakukan rekayasa penculikan. Tujuannya bukan untuk mencari perhatian, melainkan untuk kabur dari rumah karena mengalami masalah keluarga.
Kisah ini sempat menghebohkan media sosial. Banyak yang tidak menyangka bahwa di balik tindakan itu, tersimpan tekanan batin seorang remaja yang merasa tidak sanggup menghadapi situasi di rumahnya. Fenomena ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan perhatian terhadap kondisi mental anak-anak.
Kronologi Rekayasa Penculikan oleh Siswa SMP di Medan
Awal Mula Kejadian
Peristiwa bermula pada Kamis, 8 Mei 2025, ketika NH sedang mengembalikan buku pelajaran ke sekolah. Setelah itu, NH berencana merekayasa dirinya hilang dengan membuat video seolah-olah ia diculik oleh seorang nenek tua di Pasar Tradisional Simpang Limun.
Dalam video tersebut, NH tampak mengenakan seragam sekolah berupa baju batik dan rok biru, yang membuat warga sekitar sempat panik dan heboh.
Pengakuan NH dan Penemuan
Setelah video viral, orang tua angkat NH melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Kota pada Sabtu, 10 Mei 2025. Polisi kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan NH di dekat Polsek Pulau Punjung, Sumatera Barat, setelah perjalanan penjemputan selama 24 jam.
NH mengakui bahwa video penculikan tersebut dibuat dengan sengaja sebagai cara kabur dari rumah. Ia menyebutkan ada masalah keluarga yang menjadi alasan utama, namun tidak mau menjelaskan secara detail.
Pernyataan Polisi
Kapolsek Medan Kota, Kompol Selvintriansih, menjelaskan bahwa NH bukan benar-benar diculik, melainkan kabur dari rumah atas inisiatif sendiri. Saat ini NH sudah kembali dalam kondisi sehat dan diharapkan hubungan keluarga bisa kembali harmonis.
Alasan di Balik Tindakan Sang Siswa
Tekanan Emosional dari Lingkungan Keluarga
Sang siswa merasa tertekan dengan kondisi keluarganya. Perselisihan yang terus terjadi di rumah membuatnya tidak betah tinggal bersama keluarganya sendiri.
Jakarta Jadi Tempat Pelarian
Jakarta dianggap sebagai “jalan keluar”. Ia berharap bisa memulai hidup baru di kota besar, meskipun tanpa rencana yang jelas. Sayangnya, niat tersebut dilakukan dengan cara yang salah dan justru membahayakan dirinya sendiri.
Kasus rekayasa penculikan oleh siswa SMP di Medan ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan perhatian dalam keluarga. NH yang berniat kabur ke Jakarta karena masalah keluarga akhirnya ditemukan dan sudah dalam kondisi aman.
Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat perlu lebih peduli dan mendukung anak-anak agar mereka tidak merasa tertekan hingga melakukan tindakan ekstrem.
















