Sumut Terapkan Sekolah Lima Hari Tahun Ajaran 2025/2026, Ini Tujuannya
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali mengambil langkah strategis dalam dunia pendidikan. Mulai tahun ajaran 2025/2026, seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Sumut akan menerapkan sistem sekolah lima hari.
Kebijakan ini tidak hanya menyasar efektivitas pembelajaran, tetapi juga bertujuan mencegah kenakalan remaja, memperkuat karakter, dan mendorong pertumbuhan UMKM serta sektor pariwisata lokal.
Lantas, apa saja tujuan dan dampak dari kebijakan ini? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Sekolah Lima Hari?
Program sekolah lima hari akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dari Senin hingga Jumat, dengan jam pelajaran yang lebih panjang setiap harinya.
Sementara itu, hari Sabtu akan menjadi hari bebas untuk para siswa. Mereka bisa menggunakan waktu ini untuk kegiatan pengembangan minat dan bakat di luar akademik
Program ini berlaku untuk seluruh SMA dan SMK negeri dan swasta di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Penerapannya juga akan ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaannya.
Tujuan Penerapan Sekolah Lima Hari di Sumut
Mencegah Tawuran dan Penyalahgunaan Narkoba
Salah satu alasan utama penerapan sekolah lima hari adalah untuk mengurangi risiko tawuran antar pelajar dan penyalahgunaan narkoba. Dengan jadwal belajar yang lebih padat di hari kerja, siswa diharapkan lebih fokus pada kegiatan positif.
Mengurangi Keterlibatan dalam Geng Motor
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi keterlibatan pelajar dalam aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat.
Mendukung Pariwisata dan UMKM
Di sisi lain, hari Sabtu yang bebas sekolah memberi kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata dan mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sumut.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Kebijakan
Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya peran orang tua untuk mendukung program sekolah lima hari agar tujuan pendidikan dan pembentukan karakter siswa dapat tercapai secara optimal.
















